Home / Topik / Literasi / Catatan Kaki: Kutuk Korupsi dengan Puisi

Catatan Kaki: Kutuk Korupsi dengan Puisi

Lomba Puisi Anti Korupsi (dok. Mas Sam)
3

Berita tentang korupsi yang bertubi-tubi itu sangat meresahkan. Bukan hanya di kalangan masyarakat biasa, tapi juga para pelajar. Semua mengutuk kejahatan yang tergolong sangat luar biasa. Tidak terkecuali pelajar yang masih belia, meskipun hanya lewat puisi.

Ya, puisi. Melalui bait-bait puisi para pelajar itu melontarkan uneg-unegnya. Mengutuk perilaku tak terpuji para pejabat yang terlibat persekongkolan. Memperkaya diri sendiri atau orang lain, mengabaikan penderitaan orang lain yang seharusnya menikmati kekayaan negara.

Meskipun dibungkus dengan bahasa yang halus, terasa sekali betapa para pelajar itu dapat merasakan akibat buruk perilaku koruptif. Hal ini tercermin dalam puisi-puisi yang memenangkan lomba penulisan puisi dalam rangka Gerakan Anti Korupsi. Jangan hanya lihat ini ucapan anak-anak, tetapi dengarkan apa yang mereka sampaikan.

Lihatlah dalam puisi “Tutup Mata” karya Salma ini:

Ambil
Umpetin
dan tutup mata 

Miris rasanya, namun beginilah awalnya
Kehancuran sebuah negara kaya raya

Atau penggalan puisi “Negeri Temaram” karya Aji berikut ini:

Tangan-tangan rakus merangkak di balik meja
Mencuri bukan dengan senjata
Tapi dengan wajah berpura-pura

Hebatnya para pelajar itu masih punya keyakinan bahwa keadaan ini masih bisa diatasi, jika semua elemen masyarakat bersatu padu melawan tindak korupsi. Seperti tercermin dalam puisi “Darah Kotor” karya Arif:

Ayo lawan, mari bersuara
Dengan pena, aksi dan doa
Negeri ini bisa berjaya
Jika korupsi bisa sirna 

Pesan-pesan yang meskipun tak nyaring, namun patut menjadi renungan jika ingin melihat negeri yang gemah ripah loh jinawi menjelma menjadi Indonesia Emas. 

Semoga!

Jkt, 0202525

Penulis

  • Mas Sam

    Seorang guru yang hobi baca dan suka nulis.

    Menamatkan pendidikan di IKIP Negeri Yogyakarta dan berprofesi sebagai guru sejak 1996 sampai sekarang.

    Tulisannya dapat dibaca di platform kompasiana.com dan opinia.id.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image