Home / Topik / Wisata / Makam Tersembunyi di Taman Kyai Langgeng

Makam Tersembunyi di Taman Kyai Langgeng

1

Mengunjungi Magelang tidak akan lengkap tanpa mengunjungi TKL Ecopark. Bahkan jauh sebelum objek wisata viral lainnya hadir di Magelang, TKL Ecopark lebih dulu menjadi jujugan wisatawan keluarga.

Taman Kyai Langgeng atau yang kini dikenal dengan TKL Ecopark adalah objek wisata taman yang terletak di Kota Magelang. Wisata alam yang berada di pusat kota ini hanya berjarak 3.5 km dari aloon aloon Magelang. Diresmikan pada 15 September 1987 oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, H. Ismail.

Konon sebelumnya, taman ini merupakan lahan kritis berupa pekuburan, persawahan, dan kebun yang kurang produktif. Atas inisiatif dari Walikota Magelang saat itu, yang dijabat oleh Drs. H. A. Bagus Panuntun pada tahun 1981 diubah sebagai Taman Flora atau lebih dikenal oleh masyarakat Kota Magelang dengan sebutan Taman Bunga seluas 27,36 ha

Pusat rekreasi yang berada di Kota Sejuta Bunga ini dalam pengembangan ke depan  diwujudkan sebagai Taman Wisata Keluarga sekaligus paru-paru kota dengan konsep hutan buatan yang memiliki banyak fasilitas penunjang untuk kenyamanan para pengunjung.

Pesona alam dengan berbagai koleksi pohon langka dan setengah langka didalamnya menjadi daya tarik tersendiri.  Panorama Gunung Sumbing sebagai latar belakang menjadi bagian nilai eksotis alam yang tak ternilai.

Selain sebagai wisata alam, Taman Kyai Langgeng memiliki fasilitas seperti Wahana Permainan, Petualangan, Edukasi, Wisata Air, dan Wisata Religius. Akses pendukung lainnya adalah area parkir, mushola, toilet, kedai makan, kedai souvenir, serta akses internet WIFI.

Taman Kyai Langgeng juga memiliki Water Park dengan kolam ramah anak dan  berbagai wahana pendukungnya. Berenang dikelilingi keindahan alam di wilayah Gunung Sumbing dan Sungai Progo tentu mempunyai sensasi yang berbeda. Waterpark dan waterboom Taman Kyai Langgeng sangat cocok dijadikan alternatif liburan bersama keluarga.

Kemudian atas prakarsa Perusahaan Umum Daerah Objek Wisata (PDOW), mulai 2 Februari 2022, Taman Kyai Langgeng Kota Magelang resmi menjadi Taman Kyai Langgeng Ecopark (TKL Ecopark).

Direktur Utama PDOW Taman Kyai Langgeng saat itu,  Arif Taat Ujiyanto menjelaskan bahwa, pihak PDOW telah melakukan penelitian selama empat bulan sebelum akhirnya mengganti brand Taman Kyai Langgeng.

Menurut Arif, Brand Image Transformation tersebut adalah tahap yang kedua dalam transformasi perusahaan, setelah sebelumnya pada Juli-Desember 2021 perusahaan ini merilis Bisnis Model Transformation, yang membuat layanan untuk pengunjung semakin menarik.

Brand Image Transformation dilakukan sebagai awal dari perubahan-perubahan yang akan terjadi di objek wisata unggulan Kota Magelang, mengingat usia Taman Kyai Langgeng sudah 34 tahun, perlu adanya penyegaran dan sebuah trigger untuk perbaikan-perbaikan, agar mampu tetap eksis dalam dunia pariwisata.

PDOW mengambil logo kombinasi daun dengan siluet burung kepodang.  Daun tumpuk tiga ke atas searah jarum jam memiliki arti TKL Ecopark membawa kesan unsur natural, bangkit, dan tumbuh. Kemudian siluet burung sebagai simbol fauna merupakan penggambaran burung kepodang yang merupakan ikon Taman Kyai Langgeng.

Adapun pemilihan warna pada logo yaitu kuning dan oranye memiliki kesan kreatif, bahagia, enerjik, kebebasan, antusias, dan percaya diri atau optimistis. Sedangkan ungu melambangkan imajinasi dan spiritual yang secara umum juga dianggap Exciting Eco-Friendly Park, untuk menarik perhatian serta memberi kesan independen, bijaksana, serta visioner.

Penamaan TKL Eco Park dengan slogan Exciting Eco-Friendly Park secara luas memiliki arti Taman Kyai Langgeng adalah taman rekreasi terbuka yang hijau dan berfungsi sebagai sarana rekreasi sekaligus tempat bermain dan belajar bagi masyarakat umum, serta bisa meningkatkan kepedulian pada alam.

Harapannya Taman Kyai Langgeng bisa menjadi sebuah taman yang betul-betul ramah, bisa memberikan kehangatan, penuh wahana alam. Sehingga memberikan suasana yang menyenangkan bagi pengunjung.

Beberapa produk unggulan yang ditawarkan antara lain Botanical Park, Edu Park, Playground Park, Adventure Park dan Culinary Park.

Namun, dibalik itu semua tak banyak orang mengetahui asal penamaan Taman Kyai Langgeng. Siapa sosok spiritual yang namanya diabadikan menjadi objek wisata terkenal di kota Magelang ini?

Kyai Langgeng atau yang memiliki nama asli Ki Ageng Suryokusumo, adalah sosok sentral dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda. Beliau lebih dari sekadar tokoh agama, tapi sekaligus penasehat spiritual bagi Pangeran Diponegoro dalam perjuangan melawan penjajah Belanda. Kisah hidup dan warisan Kyai Langgeng juga sangat menginspirasi banyak orang pada masanya.

Sebagai keturunan langsung Raja mataram Sri Sultan Hamengkubuwono II, Kyai Langgeng memiliki pengaruh yang kuat di kalangan masyarakat Jawa. Kecerdasan dan keteguhan hati Sang Kyai juga membuatnya menjadi penasihat spiritual yang dipercaya oleh Pangeran Diponegoro.

Pada awalnya, Kyai Langgeng disebut sebagai seorang “prajurit sandi” yang tidak dikenal secara luas. Saat itu, Pangeran Diponegoro telah menyatakan perang melawan Belanda, dan mengutus prajurit kepercayaannya, Kyai Kasan Besari, untuk mengirim kabar tentang persiapan serangan kepada markas Belanda di Magelang. Tugas ini dianggap sangat sulit mengingat kota Magelang dijaga ketat oleh pasukan Belanda. Namun, Kyai Besari memilih seorang prajurit sandi yang setia, tangguh, dan memiliki kemampuan spiritual luar biasa untuk menjalankan misi tersebut.

Nama dan identitas prajurit sandi ini tetap dirahasiakan. Meski tidak dikenal banyak orang, keberanian dan kesaktiannya membuatnya disegani oleh pasukan Pangeran Diponegoro dan rakyat di wilayah tersebut. Masyarakat merasa aman saat berada di bawah perlindungan prajurit sandi ini, yang dikenal karena kesabarannya dalam menyelesaikan tugas dan kemampuan untuk menjaga kerahasiaan misinya.

Sesuai tugasnya, prajurit sandi selalu berpindah-pindah tempat dan mengubah namanya sesuai lokasi perjuangannya. Di Mudalrejo, ia dikenal sebagai Kyai Mudalrejo, sedangkan di Kemiri, ia dipanggil Kyai Kemiri. Di setiap tempat, ia memimpin rakyat dengan penuh persiapan dan semangat, membantu Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah.

Semangat perjuangan prajurit sandi atau Kyai Langgeng membakar semangat rakyat Magelang, yang rela mengorbankan jiwa dan harta mereka demi kemerdekaan. Di bawah komandonya, pasukan Pangeran Diponegoro mampu merebut kota Magelang dan Parakan, menjadikannya pusat pertahanan strategis. Pasukan Belanda pun mengalami kesulitan menghadapi prajurit sandi yang tak dapat ditangkap.

Semangat yang dibawa oleh Kyai Langgeng terus mengalir di hati rakyat, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hingga akhir hayatnya, identitas asli Kyai Langgeng tetap menjadi misteri. Setelah meninggal, namanya terus hidup dalam ingatan masyarakat sebagai simbol perjuangan yang abadi. Masyarakat menyebutnya Kyai Langgeng, sebagai harapan agar semangat perjuangannya tetap “langgeng” atau abadi, diteruskan oleh generasi penerus.

Setelah peristiwa penangkapan Pangeran, Diponegoro oleh militer Belanda, Kyai Langgeng beserta para pengikutnya sempat menyingkir untuk sementara waktu dan kemudian kembali ke Magelang setelah kondisi dirasa aman. Selama menetap di Magelang, beliau masih melanjutkan perjuangan dengan cara yang lebih subtil.

Sebagai seorang ulama, Kyai Langgeng juga sempat mendirikan pondok pesantren kecil di Magelang dan memiliki sejumlah santri. Beliau meninggal pada tahun 1829 dan dimakamkan di Magelang tepatnya ada di tengah area Objek Wisata Taman Kyai Langgeng.

Pengelola obyek wisata bersama dengan Pemerintah Kota Magelang memberikan penghargaan terhadap perjuangan Kyai Langgeng dengan membangun serta merawat makam tersebut. Hingga sekarang makam Kyai Langgeng yang berada di tengah area taman wisata ini banyak dikunjungi para peziarah dari berbagai kota.

***

Penulis

  • Perempuan senja yang hobi nulis dan traveling untuk mencari inspirasi.

    Perempuan senja yang hobi nulis dan traveling untuk mencari inspirasi. Penulis Historical Fiction, Travel love, dan Misteri. Untuk mengenal lebih jauh ikuti FB : tari abdullahdua

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image