Home / Non Fiksi / Menjadi Penulis: Mereka Tidak Begitu Tertarik Pada Anda (Menghadapi Ulasan)

Menjadi Penulis: Mereka Tidak Begitu Tertarik Pada Anda (Menghadapi Ulasan)

Kehidupan Penulis 20260121

Pertanyaan umum yang sering aku dapatkan adalah, bagaimana aku menghadapi ulasan negatif. Terkadang pertanyaan itu diajukan dengan lugas, terkadang dengan tatapan takut di mata si penanya (aku bisa tahu mereka juga penulis).

Apakah aku harus membalas? Apakah aku harus sedih? Apakah aku harus marah? Apakah aku harus mengubah tulisanku untuk memperbaiki apa yang mereka katakan? Bagaimana aku bisa move on?

Aku cukup beruntung sejauh ini karena sebagian besar ulasan bukuku bersifat positif. Bahkan para pengulas yang tidak menyukainya pun memiliki beberapa hal positif untuk dikatakan (tanda pengulas yang baik).

Hanya ada beberapa yang benar-benar jahat. Tetapi ini berlaku untuk setiap buku di luar sana, bahkan yang memiliki ratusan peringkat bintang lima. Agak konyol jadinya kalau aku mengharapkan perlakuan yang berbeda.

Apakah aku harus membalas?

Aku belum pernah sedih karena ulasan buruk, meskipun terkadang tergoda untuk mengucapkan terima kasih atas usaha mereka, dan sayang sekali buku itu tidak cocok untuk mereka. Tapi aku tidak pernah yakin bagaimana reaksi orang lain, jadi aku tetap diam.

Aku juga tidak pernah tergoda untuk mengatakan lebih dari itu, karena setiap orang memang berhak atas pendapatnya. Dan hanya karena orang itu tidak menyukai bukuku, bukan berarti buku itu jelek atau tidak akan disukai siapa pun.

Apakah aku sedih?

Nggak, biarpun ada beberapa ulasan yang menyakitkan. Bukan ulasannya yang membuatku sedih, tetapi komentar setelahnya di mana orang-orang mengatakan mereka sudah melihat buku itu dan berpikir untuk membelinya karena terlihat bagus, lalu berubah pikiran setelah membaca ulasan ini.

Komentar-komentar itu benar-benar menyakitkan. Tapi kemudian aku berkata pada diri sendiri bahwa kalau orang-orang ini menyukai jenis buku yang sama dengan pengulas, dan pengulas biasanya cocok dengan selera mereka, maka bukuku mungkin bukan untuk mereka.

Seandainya mereka membacanya, mungkin akan menghasilkan ulasan buruk lain di suatu tempat.

Apakah aku marah?

Nggak. Ngapain marah? Nggak ada gunanya, dan marah hanya membuang energi. Meskipun ulasan buruk bisa terasa pribadi, sebenarnya tidak demikian. Mereka bukan menyerangku, mereka cuma nggak suka bukuku. Dan itu nggak masalah karena aku tidak mengharapkan semua orang suka bukuku. Tentu saja, aku berharap sebagian besar orang menyukainya, dan aku berharap orang-orang bersedia mencoba membacanya, tetapi setiap orang memiliki selera masing-masing.

Apakah aku mengubah tulisanku untuk memperbaiki apa yang mereka katakan?

Kadang-kadang. Tapi itu Cuma karena komentar yang sering aku lihat di banyak ulasan, dan aku pikir mereka benar.

Aku melihat ulasan sebagai cara lain untuk mendapatkan umpan balik pembaca yang berharga. Kalau aku melakukan sesuatu yang agak merugikan buku, maka itu mungkin sesuatu yang ingin aku perbaiki dalam tulisanku. Tujuanku sebagai penulis adalah untuk menghibur pembaca, dan memahami apa yang menghibur mereka membantuku melakukan pekerjaanku dengan lebih mudah. ​​Dan mudah-mudahan, jauh lebih baik.

Meskipun aku tidak akan mengubah sesuatu hanya untuk menyenangkan satu pengulas ketika ratusan pengulas lain menyukai karyaku, aku menemukan beberapa hal dalam ulasan buruk yang aku akui bisa aku perbaiki.

Aku mencoba memperbaikinya di buku saya berikutnya.

Bagaimana aku bisa terus move on?

Dengan mengembangkan mental yang kuat, dan memahami bahwa buku-bukuku adalah produk, dan orang-orang akan memiliki berbagai pendapat tentangnya.

Tidak setiap buku cocok untuk semua orang, dan itu hal yang baik, karena memberi kita beragam cerita untuk dipilih. Selain itu, selera pribadi tidak berpengaruh pada bakat penulis atau kualitas buku.

Ada buku-buku terlaris di luar sana yang tidak bisa kubaca lebih dari bab pertama, dan buku-buku yang dikritik orang lain tetapi aku sukai. Hiburan bersifat subjektif, begitu pula seni, dan buku adalah keduanya.

Tujuannya adalah untuk menyampaikan buku-buku tersebut kepada mereka yang menyukai jenis bukumu. Dan ulasan bisa menjadi cara yang baik untuk melakukannya.

Aku memberikan pujian kepada para pengulas, karena aku membayangkan pasti agak menegangkan untuk menulis tentang karya seseorang, terutama kalau Anda memiliki beberapa kritik.

Akankah mereka marah? Akankah mereka berkomentar? Akankah mereka mengatakan hal-hal buruk sebagai balasan?

Tapi sebagai seorang penulis dan pencinta buku, aku menikmati menemukan buku-buku baru dan melihat pembaca lain menemukan bukuku. Jadi aku benar-benar tidak bisa terlalu marah tentang apa yang dikatakan tentang karyaku.

Karena bagaimanapun juga, setidaknya mereka membicarakan aku, kan?


Jawa Barat, 21 Januari 2026

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Ibu ke Mana?

Ibu ke Mana?

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Diam

Diam

Bab 13. Serangan (Part 2)

Bab 13. Serangan (Part 2)

Cinde Lara: Bab 27

Cinde Lara: Bab 27

Antologi KompaK’O

Random image