Home / Topik / Lifestyle / Renungan Hidup: Banyaknya Jempol-Like-Love di Media Sosial, Tanda Konten Bermutu & Diakui?

Renungan Hidup: Banyaknya Jempol-Like-Love di Media Sosial, Tanda Konten Bermutu & Diakui?

Renungan Hidup 20250710 (freepik)
2

Udah berapa yang baca, dengar, atau lihat postinganku hari ini, ya? Lho, kok gak ada ‘sih?

Sudah menjadi kebiasaan sebagian orang-orang zaman now, media sosial yang dilirik serta menerima banyak jempol hingga love dan like menjadi mood booster bagi hari. Itulah satu dari sekian sebab ponsel atau gawai seringkali menjadi hal pertama kali yang dilirik beberapa orang di pagi hari. Padahal masih banyak hal yang jauh lebih penting, lho.

Tidak apa-apa seandainya sesekali memperhatikan jumlah berapa orang yang terjangkau dengan postingan kita, apalagi jika dengan tujuan baik (positif), bisa membawa manfaat bagi sesama. Hanya saja, kecanduan menerima like-love dan sebagainya seringkali menjadikan kita lupa pada beberapa fakta/hal sebenarnya yang bisa kita dapatkan (atau diperlukan) saat bermedia sosial:

  1. Jumlah jempol, mata (view), like, love bukan merupakan patokan mutlak jika konten/karya kita sudah bagus, diakui atau bermutu tinggi. Sebaliknya, jika gak ada/belum banyak yang like, itu bukan berarti kontenmu buruk.

    Sering merasa sepi atau sedikit saja yang like? Ibarat makanan lezat tapi belum banyak yang mencicipinya hingga tahu rasanya, Anda harus lebih giat lagi memperkenalkan buah talenta tanpa jemu-jemu. Jangan pelit dalam membagikan hasil karya Anda, sesedikit apapun minat yang berhasil Anda jaring pada awalnya.
    Abaikan saja mereka yang tak peduli atau cuek. Fokuslah pada tujuan ‘membagikan yang terbaik’.
  2. Mungkin jumlah view bagi Anda jadi target penting jika bermedia sosial menjadi profesi sehari-hari Anda, apapun jenisnya (Youtuber/Tiktoker, novelis/penulis online dan lain-lain). Semakin tinggi view, semakin dikenal oleh pembaca-pemirsa, semakin bertambah pula pendapatan. akan tetapi sadarlah jika hanya karena kuantitas berlimpah, Anda akan mudah juga terjatuh dalam berbagai godaan dan cobaan. Misalnya apa? Anda mudah berubah jadi tinggi hati, merasa sudah di atas angin (hebat) dan sebagainya. Keinginan untuk mendapatkan lebih banyak view lagi dengan menghalalkan segala cara termasuk yang  ‘gak alami’. Misalnya beli followers, dengan mengandalkan bot, atau jika seorang penulis, mengetik-merilis konten dengan isi asal-asal saja ‘yang penting hari ini nyetor’ dan lain sebagainya.

    Jika jumlah view semata-mata menjadi target demi pencapaian keuangan atau apapun itu, alangkah sayangnya. Kesempatan indah yang Anda dapatkan itu ‘terisi’ namun terasa hampa, ibarat balon-balon tiup berisi udara. Ada waktu dan tempatnya, akan tetapi terlalu ringan. Kurang berbobot dan mengenyangkan, ibarat cemilan hanya memberi kepuasan sesaat.

    Apabila Anda mendapatkan peluang indah sekaligus keberuntungan karena diikuti banyak followers/subscribers, inilah saatnya untuk memberikan yang terbaik untuk mereka. Bukan berarti harus sempurna (bebas dari kesalahan-kekurangan), melainkan usahakanlah memberi sumbangsih lebih, manfaat nyata bagi followers Anda.
  3. Terakhir namun bukan yang paling akhir, ingatlah jika kuantitas views hingga love-like sama sekali bukan patokan/ukuran kesuksesan. Lebih baik sedikit saja namun berkualitas daripada berlimpah-viral namun minim mutu-manfaat.

Kesimpulan: Apabila masih sedikit saja orang berkenan singgah di karya atau postingan, jangan buru-buru ngambek apalagi mundur. Tetaplah perkenalkan diri dan karya tanpa perlu merasa minder atau malu. Apabila jumlah views bertambah, syukurilah, jangan takabur atau bangga hati dulu. Masih banyak yang kita mesti pelajari. Seperti sebuah pepatah ‘Masih ada langit di atas langit’, konten kreator yang lebih berpengalaman akan selalu ada, jadi tetaplah belajar dari mereka serta bersikap rendah hati.

Semoga bermanfaat.

Tangerang, 8-9 Juli 2025.

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Riak-riak Cangkir Retak

Ibu ke Mana?

Ibu ke Mana?

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Diam

Diam

Bab 13. Serangan (Part 2)

Bab 13. Serangan (Part 2)

Antologi KompaK’O

Random image