Sebagaimana cerita yang baik akan selalu membawamu kembali pada alinea pertama setelah kau tiba di endingnya.
Sekedar sicocok dengan logika baris kata dan logika dalam kepala lalu tergeleng sendiri mengetahui segala yang kau baca bukan layaknya ekspektasi mula.
Cerita yang baik membawamu tenggelam bahkan saat tak lagi di basah konflik kau memijak, kemudian setengah jiwamu tertinggal di dasarnya, kau lupa daratan.
Sekejap kau rasa tak butuh udara atawa bentang angkasa. Kau kira di sana namamu legenda, padahal tak satu orangpun tak lupa.
Sudahlah, cerita yang baik lagi-lagi membawamu balik ke permukaan meski tersedak juga muntah kemudian. Sebab cerita yang baik tak pernah membuatmu terlelap, ia membimbingmu melangkah ke lembar berikutnya.
Cerita yang baik, memaksamu meninggalkan. Persetan dengan penasaran.
14 Oktober 2016











