2 Post Views: 35 “Siapa berani menebak takdir?” dia tersenyum sambil meletakkan cangkir pertamaku bersamanya petang ini tepat di hadapanku, sebelah tangannya lembut menyentuh bahu bagian belakangku. K...
Post Views: 9 Sebagaimana cerita yang baik akan selalu membawamu kembali pada alinea pertama setelah kau tiba di endingnya. Sekedar sicocok dengan logika baris kata dan logika dalam kepala lalu ...
1 Post Views: 20 Ia datang terengah-engah seperti biasa. “Cuci tanganku, Mar. Cuci!” lalu menyodorkan kedua tangan sambil menangis, suaranya tak terdengar jelas, tapi aku telah lebih dari hafal apa ma...







