Home / Topik / Lifestyle / Renungan Kehidupan: Saat Berulang Tahun, Apa yang Patut Kita Ingat?

Renungan Kehidupan: Saat Berulang Tahun, Apa yang Patut Kita Ingat?

Renungan Kehidupan 20250730 (Vector Stock)
1

Kebanyakan orang ingin usia panjang, usia lanjut, panjang umur atau apapun istilahnya. Kebanyakan orang bangga jika berhasil mencapai usia tertentu. Lahir, berhasil tiba di usia satu tahun. Bertumbuh jadi batita dan balita. Mau buru-buru melewati masa kanak-kanak, ingin cepat-cepat ABG dan remaja supaya bisa pacaran (canda!), lalu jadi dewasa agar bisa mengambil keputusan sendiri.

Akan tetapi begitu jadi dewasa, banyak kita buru-buru berusaha keras mengerem waktu. Manusia pada umumnya mulai sadar jika ada hal-hal tertentu/takdir yang tidak bisa dilawan, suatu saat akan terjadi juga. Soon or later, it will be happened, can’t be avoided. Penuaan, penurunan fisik, hingga kematian. Semua itu bisa diperlambat, akan tetapi tak bisa dicegah.

Bryan Johnson, seorang pengusaha kaya raya dari Amerika Serikat, hingga kini masih berusaha keras untuk memperlambat atau menunda penuaan diri dengan berbagai macam cara, mulai dari menyuntikkan sel punca hingga mengatur pola makan dan olahraga secara ekstrim. Dana yang beliau gelontorkan juga tidak bisa dibilang sedikit, mencapai ratusan ribu atau mungkin jutaan dolar Amerika. Beberapa artis/selebriti dari Negeri Ginseng hingga dari negeri kita sendiri berusaha melakukan oplas agar terlihat 10 hingga 20 tahun jauh lebih muda. Mereka merasa bangga dengan foto-foto/video, angka pencapaian berat badan, dan tentu saja sanjung-puji dunia yang mereka dapatkan. Tetap saja, bukan penulis menakut-nakuti, suatu hari nanti semua yang hidup pasti akan mati.

Ulang tahun bukan hanya sebuah momen perayaan dan atau peringatan, melainkan…

  1. Berkurangnya waktu dan kesempatan yang Tuhan karuniakan kepada kita. Bukan pertambahan usia, melainkan semakin singkatnya umur. Manusia bisa mencoba hidup-hidupan (bukan mati-matian, ya) untuk terlihat awet muda dengan oplas, minum vitamin dan suplemen, makan makanan bergizi, olahraga dan istirahat yang cukup, dan lain-lain. Tetap saja, suatu saat yang namanya kembali ke Rumah Bapa di Surga akan terjadi juga. Ya, itu juga jika Anda telah memilih jalan yang tepat, bagaimana jika ‘salah alamat’?
  2. Adanya masing-masing kita di dunia ini bukan karena keinginan atau kehendak kita secara individu. Mungkin Anda pernah mendengar kalimat curhat/status ‘egois’, “Aku ‘kan gak minta dilahirkan!” begitu kira-kira kata hati beberapa orang gen Z yang viral di media-media sosial. Akan tetapi sadarilah, kita dilahirkan orang tua kita atas kehendak Tuhan semata-mata. Tuhan punya rencana yang besar dan indah. DNA setiap manusia berbeda, bahkan pada anak-anak kembar sekalipun. Keunikan kita itulah yang harus kita kembangkan dan manfaatkan agar keberadaan kita menjadi berkat, sekecil/sereceh apapun itu.
  3. Yang harus kita ucapkan terima kasih bukan hanya mereka yang memberi ucapan selamat ulang tahun atau mengingat kita, melainkan: Tuhan, sebagai Maha Pencipta dan Sumber segala kehidupan. Orang tua yang sudah mengandung dan melahirkan serta memelihara kita, meskipun mungkin mereka sudah tiada. Lalu selain keluarga dan sahabat, berterima kasihlah juga kepada diri kita sendiri.

    “Terima kasih, sudah bertahan sejauh ini.”
    “Terima kasih, mau bersabar menghadapi kehidupan yang tidak selalu ramah.”
    “Terima kasih, sudah menjaga diri agar tetap sehat dan waras.”

    Dan sebagainya.
  4. Saat ulang tahun adalah saat yang tepat untuk merencanakan langkah hidup selanjutnya. Usia boleh berkurang, life must go on. Misalnya, rencanakanlah“Sampai kapan…” kita akan tetap merokok? (Bagi yang masih senang mengepulkan asap tembakau). “Sampai kapan…” kita tetap makan manis-asin berlebihan? “Sampai kapan…” kita begadang? Dan lain sebagainya. Langkah selanjutnya adalah mulai mengurangi tabiat yang kurang perlu dan kurang bermanfaat bagi diri.

Rencanakanlah hidup masing-masing. Pertanyaan sampai kapan hingga apa perubahan positif yang diharapkan semoga bisa menjadi renungan dan pengingat indah pada saat pertambahan usia kita.

Indahnya berbagi, silakan share bagi rekan yang berulang tahun hari ini jika Anda berkenan.

Semoga bermanfaat.

Tangerang, 30 Juli 2025 di hari ulang tahun penulis.

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Eyang

Eyang

Rusi yang Sombong

Rusi yang Sombong

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 44

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Putri Pewaris Mafia: Bab 29

Antologi KompaK’O

Random image