Sosok-sosok berjaket hijau
Terkadang pudar lusuh, tak dicuci berminggu-minggu
Mungkin pemandangan biasa saja bagimu
Satu dari mereka mungkin pernah menunggu di depan pintu pagar,
Bukan kekasih, bukan pasangan, hanya pekerja
Tak banyak berbeda dari kita
Seorang mitra bertalenta kemudi, sedia sumbangsih jasa
Setia siap antar bekerja atau jemput di depan stasiun
Menyambutmu akrab, ramah dengan senyum sapa
Walaupun bukan saudara
Mengantarkanmu kembali dengan selamat sentosa ke rumah, bertemu lagi dengan keluarga
Atau sabar mengantre membelikanmu produk kuliner, segelas kopi kekinian yang kauidamkan
Mencari sekeping Rupiah guna beli sesuap nasi
Demi nafkah keluarga mereka yang sedang menunggu
Rezeki mereka bagai cuaca, tak menentu
Ada hari penuh rezeki, ada pula hari biasa-biasa, bahkan sering kering tanpa orderan
Cuaca gerah atau hujan, panas dingin mereka lawan
Demam hingga masuk angin tak dihiraukan
Kemarin sore, salah seorang pemilik jaket hijau berhati mulia itu terpaksa pergi
Raganya tiba-tiba terkapar di jalan, tiada bisa dihuni lagi
Dalam pilu bela napas demokrasi harus tinggalkan dunia semrawut ini
Meskipun tiada adil, sungguh belum waktunya pergi
Keluarga bahkan dunia lirih pedih berurai air mata melepasnya
Seorang ibu pun kehilangan putra
Ia masih sangat muda,
Tulang punggung keluarga
Di mana keadilan? Hanya retorika belaka
Mudah ucap maaf, tiada insaf
Tak pernah turun dari atas pentas
Roda pemegang tongkat otoritas berputar di atas
Menggilas habis yang masih rendah, jatuh terinjak-injak di bawah
Ya Tuhan, maafkanlah lalai abai kami,
Walaupun berat sangat, ampunilah mereka yang bersalah
Bagi yang selama ini diam, tutup mata dan panca indra, tak sudi peduli
Yang penting mereka sudah dibayar, datang dan pergi
Para pemilik jaket hijau itu,
Meskipun barangkali tak kita kenal secara pribadi,
Adalah pahlawan-pahlawan senyap, pengantar hidangan yang kita idam-idamkan
Pengantar diri selamat sampai tujuan bahkan saat panas hujan
Patutlah kita bersyukur, berterima kasih, doakanlah dalam hati
Semoga mereka selalu diberi berkat rezeki, kesehatan, keselamatan
Semua yang kita beri ada saatnya akan kembali berlipat ganda
Hukum dunia dapat buta, hukum Tuhan adil nyata
Azas tabur tuai nyata adanya
Jakarta, 29-30 Agustus 2025











2 Komentar
Saya pun berkisah tentang dia dan para pejuang kemanusiaan. 😥
Terima kasih, Kak. Semangat selalu.