Tugas telah tuntas
hitam legam sudah berubah
putih sebanyak buih
merata seluas gelaran langit
sebelum diburu senja
menyekat gelap dan terang
setangkai dahlia mewarnakan duniaku
menumbuhkan jiwa yang layu
merekahkan kembang yang nyaris luruh
menggamit erat tangan yang ringkih
mengiring langkah di sepanjang jalan berdebu
bunga itu sungguh mengakar ke dalam dadaku
ia menyerap habis seluruh sisa air mata
pada medan berliku, bercadas,
pun seribu tikung
tugas telah tuntas
ia mengajarkanku tentang cinta dan kelapangan dada
pada senjakala aku berpesan
sisakan waktu untukku
menunjukkan padanya bahwa aku di sisinya
membawa senyuman
tanpa perlu tahu
menyimpan makna ambigu
aku hanya mau
dia melihatku masih memiliki segala semangat
sepertimana kala mentari memulakan semburat
Bogor, 5 September 2025 (22.12)












Satu Komentar
Puisi yang nice