Home / Fiksi / Puisi / Sajak Setangkai Dahlia

Sajak Setangkai Dahlia

Tugas telah tuntas hitam legam sudah berubah putih sebanyak buih merata seluas gelaran langit sebelum diburu senja menyekat gelap dan terang setangkai dahlia mewarnakan duniaku menumbuhkan jiwa yang layu merekahkan kembang yang nyaris luruh menggamit erat tangan yang ringkih mengiring langkah di sepanjang jalan berdebu bunga itu sungguh mengakar ke dalam dadaku ia menyerap habis seluruh sisa air mata pada medan berliku, bercadas, pun seribu tikung tugas telah tuntas ia mengajarkanku tentang cinta dan kelapangan dada pada senjakala aku berpesan sisakan waktu untukku menunjukkan padanya bahwa aku di sisinya membawa senyuman tanpa perlu tahu menyimpan makna ambigu aku hanya mau dia melihatku masih memiliki segala semangat sepertimana kala mentari memulakan semburat
3

Tugas telah tuntas
hitam legam sudah berubah
putih sebanyak buih
merata seluas gelaran langit
sebelum diburu senja
menyekat gelap dan terang

setangkai dahlia mewarnakan duniaku
menumbuhkan jiwa yang layu
merekahkan kembang yang nyaris luruh
menggamit erat tangan yang ringkih
mengiring langkah di sepanjang jalan berdebu
bunga itu sungguh mengakar ke dalam dadaku
ia menyerap habis seluruh sisa air mata
pada medan berliku, bercadas,
pun seribu tikung

tugas telah tuntas
ia mengajarkanku tentang cinta dan kelapangan dada
pada senjakala aku berpesan
sisakan waktu untukku
menunjukkan padanya bahwa aku di sisinya
membawa senyuman
tanpa perlu tahu
menyimpan makna ambigu
aku hanya mau
dia melihatku masih memiliki segala semangat
sepertimana kala mentari memulakan semburat

Bogor, 5 September 2025 (22.12)

Penulis

  • Wijatmoko Bintoro S

    Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Bintang Kunang-Kunang

Bintang Kunang-Kunang

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Tegar

Tegar

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

31. Ancaman

31. Ancaman

Antologi KompaK’O

Random image