Inilah daftar rasa-rasa manusia
Baru kutemukan beberapa saja
Masih kurang, silakan tambahkan sendiri,
Jangan malah dikurangi
Renungkan secara bijak dalam sunyi sepi
Agar dapat menalar, tepat memahami
Jika bisa, cegah dan hindari
1. Takut
Dikit-dikit rasa takut!
Takut keluar rumah,
Takut hujan,
Takut nyamuk,
Takut hewan buas,
Takut bos,
Takut kecoa,
Takut gelap,
Takut masa depan,
Takut nikah,
Takut hamil,
Takut lahiran,
Takut hantu,
Takut takut,
Takut ini,
Takut itu
Bantahmu,
“Tapi takutku datang dari sananya, bukan mauku semua itu!”
Baiklah, semua itu mungkin ‘hanya’ satu-dua fobia
Takut yang sudah dari sananya
Tak diinginkan, tak disengaja
Namun, bagaimana dengan
Takut hidup,
Takut susah,
Takut miskin,
Takut terlihat,
Takut terdengar,
Takut ketahuan,
Takut hukuman,
Takut mati?
Mengapa harus selalu takut?
Boleh saja kadang-kadang takut
Tak salah sesekali rasa takut
Terlalu berani juga tak selalu baik
Tiada batas, jadi kebablasan
Semua merdeka dilakukan, tiada kendali, lupa daratan
Takutlah hanya kepada Tuhan!
Wajar jika sedikit takut
Nonton film horor, picu adrenalin, rasa seru plus sejumput rasa takut
Namun jangan sampai jadi penakut, apalagi jadi pengecut
2. Khawatir
Dikit-dikit rasa khawatir
Terus mikir-mikir tiada akhir
Ibarat awan mendung berpetir
Khawatir, bagaimana …
Khawatir, seandainya …
Khawatir, kalau …
Khawatir, jika …
Khawatir apakah nanti, besok, lusa …
Dan masih banyak sekali jenis khawatir-khawatir lainnya
Khawatir tanda waspada
Khawatir karena hati-hati
Namun jangan terus dipupuk, dipelihara
Jikalau khawatir membelit merajalela
Akibatnya malah
terjadi yang seharusnya tak perlu terjadi
Apa yang dikhawatirkan muncul menyerbu dari balik tirai-tirai
Bukan pasukan lawan, bukan penjahat, bukan pula hantu
Tapi semua pembenaran semu
yang karena khawatirmu
menjelma jadi monster-monster kebenaran
3. Malas
“Malas, ah!
Nanti saja,
Besok saja,
Kapan-kapan saja,
Masih ada banyak waktu,
Masih penuh pundi-pundi,
Masih fajar,
Masih segar,
Masih bugar,
Masih kuat,
Masih sehat,
Masih lama,
Masih muda!”
Sementara waktu terus berputar
Pagi hari jadi malam
Hari berganti tahun
Tiba-tiba saja
Kamu sudah tua
Rasa malas ibarat candu
Tak diidamkan, minta dirindu
Seakan jinak tak berbahaya, gemar dipelihara
Lemah lembut minta dielus, buat hati riang gembira
Padahal ujung-ujungnya hanya datangkan sesal, malapetaka dan sengsara
4. Sombong
“Saya ‘mah baik!
Saya benar,
Saya alim,
Saya hebat,
Saya dermawan,
Saya begini,
Saya begitu!”
Ya, ya, ya, semua cerita hanya tentang Anda
Barangkali Andalah yang paling tahu siapa Anda
Padahal sesungguhnya belum semua Anda tahu
Dalam pantulan cermin ajaib itu
Lawan terbesarmu sedang tersenyum
Setia menunggu kejatuhanmu
5. (Tak Tahu) Malu
Tak perlu malu
Pada baju-celana tua lusuh beraroma keringat
Rumah tua berdinding pudar belum dicat
Wajah pucat tanpa polesan
Sayur sederhana di meja makan
Asal bersih halal rezekimu
Senyum tulus keluargamu
Sehat walafiat, damai sejahtera selalu
Sebaliknya,
Masih banyak manusia tak tahu arti kata malu
Sibuk pamer penghasilan, harta kekayaan
Dari dana hasil peras rakyat, para peluruh air mata hingga keringat
Pernah susah, menolak ingat
Malu bukan sekadar tutup diri dari godaan panca indra
Tak perlu juga malu pada takdir atau masa lalu
Namun patut malu jika apa yang ada padamu sebenarnya bukan hakmu
6. (Tak Mau) Repot
“Ah, repot!”
Tak ada seorangpun idamkan, inginkan
Semua damba aman nyaman
Cepat mudah ringkas instan
Langsung tiba di pelukan
Segera jadi tanpa hambatan
Repot adalah kumpulan usaha
Kerja keras
Dedikasi
Waktu
Curahan keringat
Demi pohon berbuah lebat
Tidak mau repot,
Tak usah ikut harap hasil
Tak pernah repot,
Jangan menunggu kecipratan!
7. (Kurang) Percaya Diri
Percaya
Semua yang ada di media
Semua yang sahabat katakan
Semua yang mereka akui pernah lakukan
Semua bujuk rayu maupun kabar angin tanpa bukti
Akan tetapi masih kurang percaya
Pada diri sendiri
Percaya diri,
Dua kata sederhana
Yang mampu ubah dunia
Dari rasa tak bisa, tak mampu, tak berdaya,
Semua sirna ibarat gelap tersentak cahaya
Sahabat pertama adalah diri
Pembaca perdana adalah diri
Yang tahu benar-salah adalah diri
Yang selalu Anda bawa kemanapun Anda pergi adalah diri
Yang perlu dikendalikan adalah diri
Bukan siapa-siapa
Melainkan dirimu sendiri!
Jakarta, 4-6 September 2025
#puisipanjang

Tag:puisi panjang











3 Komentar
cakeeeppp
Jadi becermin, nih. 😁😁😁
Benar, Kak. Diri sendiri adalah sahabat sejati.
Terima kasih selalu dan tetap semangat berkarya, Kak.