Mereka mengenalnya sebagai Sang Perajin Kata. Dia duduk di kuilnya dengan papan kayu dan mengukirnya hingga menemukan kata baru.
Dia buta, tidak bisa melihat kata-kata itu. Dia hanya merasakannya. Dia bisa bekerja berjam-jam atau berbulan-bulan, tetapi selalu menemukan kata baru. Maka orang-orangnya akan menemukan maknanya.
Suatu malam dia mulai bekerja tanpa henti. Dia terus bekerja selama berhari-hari, tanpa makan, tanpa berbicara, hanya mengukir kayu.
Mereka menemukannya terbaring di sana dengan hasil karyanya yang telah selesai.
Saat itu, penduduk desa yang hidup abadi mengerti apa arti kata itu.
Kata baru itu adalah: KEMATIAN.
6 Agustus 2025












Satu Komentar
Mantaaap.