Hari itu adalah hari di mana malam tak kunjung datang. Awalnya, orang-orang mengira itu hanya kebetulan yang aneh. Mungkin awannya sangat tebal, atau ada semacam anomali atmosfer. Namun seiring berlalunya hari dan matahari tetap bersinar di langit, menjadi jelas bahwa ada sesuatu yang sangat salah.
Awalnya, orang-orang mencoba menjalani hidup mereka senormal mungkin. Mereka mengenakan kacamata hitam dan tabir surya, serta menghindari berada di luar ruangan saat hari-hari terpanas. Namun, seiring minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun, mustahil untuk mengabaikan fakta bahwa kegelapan yang selalu menandai berlalunya waktu telah lenyap.
Sebagian orang menjadi gila karena siang hari yang tak berujung. Mereka terhuyung-huyung di jalanan, berteriak tentang kiamat, atau memohon pembebasan berupa kematian. Yang lain menjadi penyendiri, mengurung diri di kamar-kamar gelap dan menolak keluar.
Dan kemudian ada orang-orang yang beradaptasi. Mereka belajar tidur di siang hari dan tetap terjaga di malam hari, bekerja dan bermain di bawah terik matahari. Mereka belajar untuk berkembang di dunia baru yang asing ini, di mana satu-satunya hal yang tampaknya penting hanyalah panas matahari dan keringat di dahi.
Namun, mereka pun mengakui bahwa ada sesuatu yang sangat salah. Mereka tahu bahwa dunia tidak seharusnya seperti ini, bahwa kegelapan adalah bagian penting dari kehidupan. Dan seiring bergantinya tahun menjadi dekade, mereka tak kuasa menahan diri untuk bertanya-tanya apakah malam akan datang lagi, atau apakah mereka ditakdirkan untuk menjalani sisa hari-hari mereka dalam cahaya siang yang tak berujung.
20 Oktober 2025











