Ada sebuah tempat cuci mobil di pinggiran kota yang terkenal sebagai yang terbaik di daerah itu. Orang-orang dari berbagai penjuru kota rela bersusah payah mencuci mobil mereka di sana karena harganya yang terjangkau. Namun, ada yang aneh dengan tempat cuci mobil ini. Tidak ada yang tahu siapa pemiliknya atau dari mana asal para karyawannya. Mereka selalu diselimuti misteri dan tak pernah berbicara dengan siapa pun, menghilang begitu giliran kerja mereka berakhir.
Suatu hari, seorang wanita pergi mencuci mobilnya dan menghilang. Suaminya khawatir ketika istrinya tak kunjung pulang dan pergi ke tempat cuci mobil untuk melihat apakah istrinya masih di sana. Sesampainya di sana, ia mendapati mobil istrinya sedang dibersihkan, tetapi istrinya tak terlihat.
Dia bertanya kepada para karyawan apakah mereka melihatnya, tetapi mereka hanya menatapnya dengan tatapan kosong dan terus bekerja. Putus asa, dia mencari di sekitar tempat cuci mobil tetapi tak menemukan jejak istrinya.
Baru setelah dia pulang ke rumah, ia menyadari ada sesuatu yang aneh. Istrinya ada di rumah, duduk di sofa seolah-olah tak pernah pergi. Namun ketika dia melihat lebih dekat, dia menyadari bahwa mata istrinya yang agak juling berada di sisi wajahnya yang salah. Ini bukan istrinya. Itu sesuatu yang lain—sesuatu dari dunia lain dan tanpa emosi.
Sang suami segera mengambil pisau dan menghadapi si penipu, yang hanya terkekeh menanggapi.
“Kami menunggumu untuk menyadarinya,” katanya dengan suara monoton. “Kau satu-satunya manusia yang tersisa.”
30 Oktober 2025











