Karya Wijatmoko Bintoro Sambodo
Menciptakan perdamaian sejati?
jawabku berupa tanya:
apakah itu slogan diselubungi selongsong peluru
atau setulus hati?
penjahat pun takut untuk jujur
mengapa tidak kalian pekikkan
aku mau berkuasa di atas singgasana nafsu
di sepotong tanah Palestina masih memerah bara
gencatan senjata omong kosong belaka
penjajah beretorika hendak mewujudkan perdamaian abadi
dengan tumbal puluhan ribu jiwa
bukan cuma satu nyawa
di Sudan perang saudara tidak sudah-sudah
antara kubu bertikai membuang ludah:
hendak menciptakan perdamaian sejati
cih!!
sementara genosida tampak nyata
sedangkan norma agama diusung sejak dahulu kala
darah manusia sangat berharga
bah!
sedangkan nama-nama perebut kuasa
beraroma agama
tirai jendela menunjuki halaman Afrika Timur
Tanzania tengah mandi lulur
darah
apa lagi kalau bukan merebut kuasa
rumput-rumput yang terbakar
ruhnya hangus
pupus
jendela kembali kututup perlahan
seorang penyair pernah bertentang debat denganku:
setujukah kamu jika nyawa mesti dikorbankan
demi perdamaian sejati?
jawabku cukup seseruput kopi panas tanpa menunggunya dingin:
jika jiwa mesti ditumbalkan demi perdamaian yang dielu-elukan
niscaya sepadan narkotika yang membius sementara
karena mereka alpa
ada dendam bagi pihak yang dikorbankan
dendam adalah rindu
tidak akan menjumpai kepuasan bila tak bersua
jadi, kita harus saling memaafkan?
sekali lagi jika
semua manusia dan iblis berhati mulia
Bogor, 1 November 2025
Perdamaian dalam Diskusi











