Home / Genre / Fiksi Sejarah / Perdamaian dalam Diskusi

Perdamaian dalam Diskusi

Genosida
1

Karya Wijatmoko Bintoro Sambodo

Menciptakan perdamaian sejati?
jawabku berupa tanya:
apakah itu slogan diselubungi selongsong peluru
atau setulus hati?
penjahat pun takut untuk jujur
mengapa tidak kalian pekikkan
aku mau berkuasa di atas singgasana nafsu

di sepotong tanah Palestina masih memerah bara
gencatan senjata omong kosong belaka
penjajah beretorika hendak mewujudkan perdamaian abadi
dengan tumbal puluhan ribu jiwa
bukan cuma satu nyawa

di Sudan perang saudara tidak sudah-sudah
antara kubu bertikai membuang ludah:
hendak menciptakan perdamaian sejati
cih!!
sementara genosida tampak nyata
sedangkan norma agama diusung sejak dahulu kala
darah manusia sangat berharga
bah!
sedangkan nama-nama perebut kuasa
beraroma agama

tirai jendela menunjuki halaman Afrika Timur
Tanzania tengah mandi lulur
darah
apa lagi kalau bukan merebut kuasa
rumput-rumput yang terbakar
ruhnya hangus
pupus

jendela kembali kututup perlahan
seorang penyair pernah bertentang debat denganku:
setujukah kamu jika nyawa mesti dikorbankan
demi perdamaian sejati?
jawabku cukup seseruput kopi panas tanpa menunggunya dingin:
jika jiwa mesti ditumbalkan demi perdamaian yang dielu-elukan
niscaya sepadan narkotika yang membius sementara
karena mereka alpa
ada dendam bagi pihak yang dikorbankan

dendam adalah rindu
tidak akan menjumpai kepuasan bila tak bersua

jadi, kita harus saling memaafkan?
sekali lagi jika
semua manusia dan iblis berhati mulia

Bogor, 1 November 2025

Penulis

  • Wijatmoko Bintoro S

    Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image