Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Jangan Takut, Tidak Ada Kuasa yang Lebih Besar Daripada Kuasa Allah!

Kehidupan Kristen: Jangan Takut, Tidak Ada Kuasa yang Lebih Besar Daripada Kuasa Allah!

Kehidupan Kristen 20260114
3

(Catatan: Opini berikut ini terinspirasi dari pengalaman pribadi dan kesaksian hidup yang dialami penulis, bukan berdasarkan teori agama, karya ilmiah atau literatur rekan-rekan penulis lain.)

Penulis sedari belia sudah akrab dengan yang namanya tempat tinggal yang ‘dikuasai’ kegelapan. Bukan hanya tentang ketiadaan lampu atau listrik, kegelapan di sini diartikan tempat dimana kita berada masih kental dengan suasana ‘dunia lain’. Mulai dari rumah yang didiami sejak lahir hingga tahun 2000 hingga tempat kerja dan domisili saat ini, penulis berbagi dunia dengan dunia lain.

Berbeda dengan film horor, tempat yang dikuasai kegelapan tidak selalu identik dengan suasana seram, kotor, penuh sarang laba-laba dan sebagainya. Tempat-tempat seperti ini bisa saja terang-benderang, selalu ramai di siang hari, sekilas biasa-biasa saja. Sama saja dengan tempat-tempat lain yang biasa dihuni manusia (rumah, apartemen, gedung dan lain-lain). Yang membedakan, di tempat-tempat demikian pada umumnya, terutama pada malam hari atau pagi buta, konon ‘dikuasai’ penghuni alam lain atau sering disebut makhluk astral atau ‘hantu’.

Keberadaan ‘hantu’ seringkali disegani hingga ditakuti, bahkan lebih dari rasa takut-hormat manusia kepada Allah. Banyak orang berusaha menghindari ‘gelap’ atau sepi dengan alasan takut. Atau dengan segala cara termasuk memberikan sesajen atau ‘persembahan’ tertentu, mereka berusaha keras agar para penghuni dunia lain itu tidak muncul kemudian ‘mengganggu’. Ada pula hari-hari atau malam-malam ‘keramat’ dimana tidak ada orang berani lembur, misalnya. Benar, kita tak mungkin memungkiri atau menyangkal keberadaan dunia lain sekalipun masih misteri/di luar nalar dan panca indra kita. Sudah lama manusia saling ‘berdampingan’ dengan yang tak kelihatan, bahkan acapkali kita permisi-permisiin. Akan tetapi, apakah kita juga harus mengalah pada rasa takut?

Mungkin Anda bertanya, apakah penulis secara pribadi pernah merasa takut? Saat masih anak-anak, saya pernah beberapa kali ‘diganggu’ atau mengalami ‘pertemuan’ tanpa melihat sosok tak kasatmata itu (saya bukan seorang indigo). Barangkali saya yang masih belia belum sepenuhnya tumbuh dewasa dalam Tuhan sehingga masih rentan, mengalami panas tinggi tanpa sebab pasti sebagai satu dari beberapa akibat ‘diganggu-mengganggu’ makhluk astral tersebut. Peristiwa ini beberapa kali penulis alami hingga beranjak remaja (di rumah masa kecil di Jakarta, hingga di Baturaden (Jawa Tengah). Rumah lama kami waktu itu ada ‘penunggu’-nya (menurut kisah keluarga, sekitar tahun 1970-an pernah ada kejadian seseorang bunuh diri di sumur di tanah kosong di samping rumah). Sedangkan pengalaman di Baturaden, penulis yang masih ABG secara gak sengaja masuk ke petilasan ‘orang pintar’, saat keluar, tiba-tiba saja demam. Minum obat-obatan dokter tidak mempan, panas tinggi itu surut sendiri setelah beberapa hari. Ternyata Tuhan masih berkenan menyelamatkan saya!

Mengapa kita sebagai Orang-orang Percaya gak perlu merasa takut pada dunia lain atau hal-hal gaib semacamnya? Jawabannya ada dalam 1 Yohanes 4:4 (TB): Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan mereka; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia”.

Jadi, apakah kita lantas jadi sok berani atau malah nekat main ‘uji nyali’? Rasa takut memang wajar ada, sebuah rasa yang sebenarnya berfungsi sebagai pelindung alami pada sesuatu yang dianggap berbahaya. Namun jika rasa takut itu dipupuk dan tumbuh tak terkendali hingga kita melupakan Tuhan, sesungguhnya kita kehilangan banyak hal indah; ketenangan hati, damai sejahtera, hingga keberanian itu sendiri. Jika merasa takut, berdoalah. Bernyanyilah memuji Tuhan.

Takutlah hanya kepada Tuhan Allah Bapa, Putra, Roh Kudus. Tuhanlah yang paling berkuasa di bumi, di bawah bumi dan di atas bumi. Yakinilah dan bawalah Dia dalam hati kemanapun Anda pergi. Pertolongan kita hanya di dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.

Tangerang, 13 Januari 2026

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 58

Tegar

Tegar

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

Menjadi Penulis: Menghindari Membuang Waktu Percuma

31. Ancaman

31. Ancaman

Terbangun Tengah Malam

Terbangun Tengah Malam

Antologi KompaK’O

Random image