Hari ini, penulis rindu berbagi hal-hal indah mengenai doa. Banyak Orang Percaya malas berdoa, bahkan waktu doa pagi beberapa menit saja sering dilewatkan. Benar, doa bebas/boleh dilakukan kapan saja, namun menurut penulis, waktu bangun tidur di pagi hari adalah satu dari sekian waktu terbaik. Pada malam hari selama beberapa jam tidur pulas kita dijaga-Nya, hari ini napas hidup masih Dia karuniakan, karena itulah waktu bangun tidur memiliki sinonim kata ‘terjaga’. Nah, karena sudah dijaga, mengapa lantas kita urung berterima kasih kepada Sang Penjaga Kehidupan?
- Tidak seperti dalam kisah fiksi, doa bukan ibarat satu, tiga atau berapapun jumlah permintaan yang dikabulkan Blue Genie atau Jin Biru. Jika Blue Genie berkata ‘your wish is my command’, beda dengan Tuhan. Dia akan berkata ‘your wish will be fulfilled according to My wish’. Keinginan/permintaan kita lewat doa tidak selalu dikabulkan-Nya (baca: dijawab ‘ya’ atau sesegera mungkin), melainkan akan dibalas-Nya jika sesuai dengan rencana-Nya!
- Doa dikabulkan-Nya bukan karena hal-hal berikut ini; doa ekstra panjang dengan kata-kata puitis hingga sesuai ejaan-kaidah tata bahasa, doa yang dipanjatkan orang-orang hebat yang beriman sebesar gunung, bahkan juga bukan doa seperti yang dilakukan orang-orang Farisi (berusaha menarik perhatian orang lain alias show-off dan sebagainya). Jadi, yang bagaimana, dong? Doa yang dikabulkan-Nya adalah rasa syukur-kehendak tulus kita yang bertemu/sejalan dengan rencana-Nya.
Ibarat seekor rusa haus akhirnya menemukan sungai jernih, betapa bersukacita ketika akhirnya minum air segar yang begitu dibutuhkannya. Kita juga tentu pernah haus, namun seringkali bukan air putih yang kita pinta. Seringkali kita dambakan sesuatu yang ‘lebih wah’ daripada air. Beri saya kopi atau jus, pokoknya jangan hanya air putih doang, Tuhan. Tuhan lebih tahu apa yang kita pinta. Jika Dia berikan kita ‘air putih’, jangan terburu-buru mengeluh karena itu!
Kesembuhan yang kita terima mungkin perlahan-lahan, namun terjadi. Hati keras yang sedang kita coba lunakkan tidak langsung berubah, namun semakin hari semakin Dia lembutkan. Keran-keran rezeki yang surut tidak langsung mengucur deras, akan tetapi izinkan saya mengumpamakan-Nya sebagai Master Plumber, Sang Tukang Ledeng; Ssh, Dia sedang bekerja! - Doa bukan hanya membawa berkat lewat jawaban, melainkan juga perlindungan. Bicara mengenai perlindungan, kita cenderung merasa aman jika melihat keberadaan satpam/sekuriti. Jika diumpamakan dengan alat perlindungan diri, seorang tentara biasanya menggunakan perisai. Akan tetapi jika gak kelihatan, lantas kita ragu, ada gak ‘sih yang bisa menjaga kita? Jika sesama manusia saja kita percaya, sebuah perisai juga digunakan melindungi, mengapa tidak percaya kepada Sang Pencipta Manusia? Perlindungan-Nya bagai sebuah perisai yang tidak kelihatan namun kita sangat butuhkan. Perlindungan Tuhan nyata bukan hanya dari hal kasatmata, namun juga dari marabahaya, roh-roh kegelapan, sakit-penyakit hingga hal-hal di luar nalar kita.
- Doa, termasuk nyanyian/lagu pujian rohani, ibarat komunikasi tiga arah: kepada Tuhan Allah, kepada diri-sesama, juga berpengaruh pada yang tidak kelihatan. Kok bisa? Jika Tuhan Allah mendengar, Dia tahu dan bertindak. Kepada diri (sendiri), dengan meresonansikan kata-kata, kita juga mengafirmasikan iman. Semakin kita fokus, semakin luar biasa dampaknya. Kepada sesama, mereka mendengar, tahu, aminilah akan terjadi sesuatu yang indah dalam hidup mereka. Pada yang tidak kelihatan, ibarat kegelapan tersentak pada cahaya terang ‘lilin’ doa yang kita nyalakan, sebuah perubahan besar terjadi.
Karena itu, berdoalah. Penuhi hati hingga ruang dimana saja Anda berada dengan kata-kata baik; Tuhan, terima kasih untuk… Tuhan, tolonglah … Tuhan, ampunilah … Tuhan, kasihanilah …. Silakan isi dengan hal-hal indah yang Anda harapkan, siapa saja yang Anda kasihi/pedulikan! Mulailah hari ini, saat ini juga. Rasakanlah kasih dan kuasa-Nya dalam hidup.
Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.
Tangerang, 15 Januari 2026











