Home / Fiksi / Bayangan yang Menutupi

Bayangan yang Menutupi

Bayangan yang Menutupi

Dia berdiri di tepi jurang.

“Kau akan jatuh.”

“Aku tidak peduli,” katanya.

“Yang perlu kau lakukan hanyalah meminta maaf.”

“Tidak mau!”

“Tapi kau tahu itu salah.”

Dia menutup telinganya dengan jari-jarinya. Bernyanyi, “Da, da, da, da, da…” berulang-ulang.

“Jadi begitu ya?”

Dia mengeluarkan jari-jarinya.

“Ini tidak adil,” geramnya. “Kau selalu mencoba menghehntikanku, seperti bayangan besar yang selalu menutupi diriku. ‘Jangan lakukan ini, jangan lakukan itu,’ aku sudah muak. Kau selalu menutupi diriku.”

“Mungkin itu karena kau selalu berbuat salah.”

“Kata siapa!”

“Dan aku benar.”

“Aku tidak peduli. Kalau aku ingin melakukannya, aku akan melakukannya, jadi begitulah.”

“Oh, baiklah. Mau mengamuk sekarang?”

Dan memang benar. Dia melompat-lompat di tepi, dan tak terhindarkan lagi, kali ini, dia jatuh.

Dia jatuh terus menerus menembus langit, dan menghantam tanah dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga dia terus jatuh terus menerus, dan butuh seribu tahun baginya untuk keluar dari jurang itu.

Tentu saja, Lucifer kecil adalah yang pertama jatuh dari awan. Dan kita semua telah jatuh sejak saat itu.

17 Januari 2026

Penulis

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Riak-riak Cangkir Retak

Ibu ke Mana?

Ibu ke Mana?

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Diam

Diam

Bab 13. Serangan (Part 2)

Bab 13. Serangan (Part 2)

Antologi KompaK’O

Random image