Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Kesembuhan bukan Anugerah Belaka, Juga Harus Dipelihara

Kehidupan Kristen: Kesembuhan bukan Anugerah Belaka, Juga Harus Dipelihara

Kehidupan Kristen 20260220
4

Bersyukurlah apabila kita pernah mengalami mukjizat kesembuhan, tidak semua orang beruntung mengalami. Namun apakah kesembuhan itu permanen (bertahan lama), tidak akan pernah sering kumat atau jatuh sakit lagi, semuanya masih tanda tanya. Bukan artinya kita meragukan kuasa Tuhan, melainkan semua juga tergantung pada diri. Inilah beberapa hal yang perlu kita sadari.

  1. Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan, namun kita masih memiliki free will (kehendak bebas) alias kendali dan juga tanggung jawab atas pemeliharaannya. Apakah setelah disembuhkan lantas kita jadi lebih berani, petantang-petenteng kemana-mana bahkan ceroboh dan jadi sombong? Misalnya sudah sembuh dari batuk, lantas balik merokok, suka-suka makan-minum seenaknya. Tuhan tidak pernah melarang kita menikmati jenis makanan-minuman apapun yang kita sukai, akan tetapi alangkah baiknya apabila kita lebih berusaha menjaga diri baik-baik agar tidak kembali jatuh sakit. Beristirahat, berolahraga, makan-minum bergizi.
  2. Tubuh kita serba terbatas. Manusia selalu mencari cara-cara baru dalam bidang medis/kedokteran; obat-obatan, terapi hingga penemuan-penemuan mutakhir bermunculan. Tetap saja belum ada cara mencegah kematian. Tuhan Yesus beberapa kali membangkitkan orang mati dalam injil. Meskipun sudah berlalu dua ribuan tahun silam, sesungguhnya Dia masih bekerja. Kita tak pernah tahu berapa banyak nyawa telah diselamatkan-Nya setiap hari; dihindarkan dari kecelakaan, sakit-penyakit, musibah tak terduga dan masih banyak lagi. Itu bukan masalah keberuntungan atau adil-tidak adil, melainkan misteri Ilahi. Bahkan jika kita masih dikaruniakan-Nya napas saja sudah merupakan mukjizat bagi tubuh yang terbatas ini.
  3. Kondisi tubuh setiap manusia berbeda-beda. Ada yang tampak kuat gagah namun sesungguhnya rapuh ‘dari dalam’, misalnya hanya besar otot-ototnya saja namun ada penyakit tersembunyi. Ada yang ringkih bahkan terlihat kurus, namun senantiasa segar bugar. Ada pula yang fisiknya fit, mungkin seratus persen, namun mentalnya rapuh atau mudah terguncang saat menghadapi masalah. Kita tak dapat menyamaratakan atau menggampangkan satu solusi bagi setiap orang. ‘Harus begini’ atau ‘Sebaiknya begitu’. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tuhan menakdirkan berbeda-beda bukan karena pilih kasih, melainkan agar kita saling menyadari dan melengkapi satu sama lain. Kekurangan orang lain kita tutupi dengan kelebihan kita, begitu pula sebaliknya. Akan tetapi jangan sampai kita melulu minta pertolongan orang lain. Minta tolonglah hanya kepada Tuhan semata-mata.
  4. Tubuh manusia ibarat rumah bagi jiwa, perlu dirawat dan dipelihara. Bukan hanya untuk dimanjakan/dihiasi (dengan makanan enak atau dandanan/perawatan mahal) melainkan bersih dari segala kotoran hati (amarah, kebencian, akar pahit masa lalu dan sebagainya). Pernah Penulis terakan, bahkan sering di-share di media sosial; sumber penyakit bukan hanya dari luar melainkan juga dari diri.
  5. Tubuh manusia bukan rumah abadi kita. Ada saatnya roh harus kembali kepada Tuhan Sang Maha Pencipta alias berpulang ke rumah-Nya. Dengan kesadaran penuh akan hal itu, mari kita nikmati setiap detik yang masih dikaruniakan-Nya. Nikmatilah momen bersama orang-orang terkasih sebab suatu saat nanti, momen itu hanya akan menjadi kenangan.

Tubuh kita adalah Bait Allah yang perlu kita rawat, jaga dan syukuri. Kesembuhan dari sakit bisa sementara atau bertahan lama. Hendaklah kita berusaha tetap sehat sesuai kemampuan masing-masing. Saling membantu dan memelihara agar kita dan orang-orang yang kita kasihi berbahagia hingga akhir hayat.

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.


Tangerang, 20 Februari 2026

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image