Aku berdiri terpaku
Memandang ke taman bunga pada suatu pagi
Sekuntum mawar merah tampak bersiap hendak mekar
Ingin rasanya kupetik mawar itu bila mekar nanti
Tapi aku masih ragu
Seekor kupu-kupu datang berbisik kepadaku
Bercerita tentang mawar yang sebentar lagi akan mekar dan mengatakan “Petiklah mawar itu bila mekar nanti”
Namun aku terlanjur merasa rapuh, lebih rapuh dari sayap kupu-kupu itu
Hanya mampu melihat bayangan mawar itu di bawah sinar mentari pagi
Rintik gerimis turun tiba-tiba
Berbisik mengabarkan suara hati seorang lelaki yang tengah terluka
Luka karena memendam rasa












Satu Komentar
Kereeen