Home / Non Fiksi / Motivasi Penulis: Manfaat Menulis Antologi Berbahasa Daerah (1)

Motivasi Penulis: Manfaat Menulis Antologi Berbahasa Daerah (1)

Manfaat Menulis Antologi Berbahasa Daerah
1

 Kali ini, aku menulis satu artikel yang berasal dari pengalaman dan opini pribadi. Kira-kira tentang apa ya? Kali ini tulisanku tentang Keuntungan dan Manfaat Menulis Antologi dalam Bahasa Daerah. Oke, simak dulu guys.

Indonesia memiliki keragaman yang begitu banyak. Salah satunya adalah bahasa daerah. Diperkirakan jumlah bahasa daerah yang ada di Indonesia sekitar 734 atau nomor dua di dunia setelah negara tetangga, Papua Nugini yang mencapai 840 bahasa. Sungguh kaya bukan?

Nah, sebagai wujud nyata dari salah satu bentuk kepedulian terhadap literasi berbahasa daerah, beberapa waktu lalu, aku ditunjuk menjadi PJ atau penanggung jawab di salah satu penerbit yang mengadakan antologi cerita berbahasa daerah, terutama bahasa Ngapak, Énaké Yå Ngapak dengan nama Event  Ngapak Kedu-Mas ( Eks Karesidenan Kedu-Banyumas)

 Dari judul tersebut, sudah bisa diketahui jika bahasa Ngapak adalah bahasa yang sangat unik. Bahasa ini dituturkan di daerah pantura bagian barat Jawa Tengah, Banyumasan  dan Cilacap, bahkan hingga ke Cirebon, yang memakai dua bahasa, yaitu bahasa Jawa dan bahasa  Sunda.

Mengapa diambil tema ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengasah kemampuan dan juga kepedulian pelestarian bahasa daerah, terutama daerah-daerah dengan dialek Ngapak. Hal ini juga sudah termasuk sebagai salah satu upaya pelestarian daerah atau revitalisasi bahasa daerah.

Aku sendiri yang berbahasa khas Kedu Mataraman juga tertarik mengikuti ini, sebagai sumbangan pemikiran agar bahasa yang ada di provinsi di bagian tengah pulau Jawa ini bisa tetap lestari.

Apa saja manfaat atau keuntungan yang didapatkan dari antologi Ngapak ini?

  1. Bisa mempelajari dialek dari daerah lain yang berbeda dengan kita.
  2. Memiliki kepekaan dan kemampuan berbahasa daerah yang lebih luas.
  3. Menumbuhkan empati terhadap budaya daerah yang memakai bahasa daerah dan dialek itu berasal.
  4. Bisa memahami dialek yang  mereka pakai.
  5. Mempererat  hubungan anak bangsa yang berbeda-beda.

Bahasa Ngapak memiliki tempat tersendiri. Bahasa ini mempunyai ciri khas yang berbeda dengan bahasa Jawa pada umumnya. Jika umumnya bahasa Jawa menggunakan pelafalan å ( baca o, contoh yå=yo), justru bahasa Ngapak tetap konsisten dengan lafal aslinya. Contoh  : ya padha ( Jawa Mataraman/ Surakartanan: yo podho). Tidak berubah. Inilah yang membuat  bahasa Ngapak terdengar unik dan sangat berbeda.

Bahasa Ngapak juga memiliki logat sendiri, seperti Wonosobo ke barat hingga Purwokerto  yang lebih cenderung mengikuti dialek Banyumasan. Sementara sebagian Purworejo, Kebumen ikut logat khas Cilacap. Begitu juga dengan logat Brebes dan Tegal  yang sangat kental Ngapak-nya.

Bahasa Jawa sebagai bahasa yang dituturkan terbesar di Indonesia memiliki keragaman dan keunikan serta ke-khasannya.Terutama pada dialek. Bayangkan jika dari Sabang hingga Merauke bahasa daerah tetap lestari, tentunya akan menambah keelokan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai simbol kekuatan, persatuan, dan kesatuan.  Salah satunya adalah dialek Ngapak ini.

Diharapkan kedepannya, generasi-generasi penerus akan tetap peduli dengan bahasa daerah  yang  kini masih ada geliatnya di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang kian maju. Salah satunya adalah bahasa Ngapak yang harus tetap dilestarikan.

Yuk! Cintai bahasa daerah yang juga menjadi aset budaya nasional.

Penulis

  • Fidele Amour

    Fidèlé Amour adalah nama pena dari wanita kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, berzodiak Libra. Memiliki hobi belajar bahasa asing, mendalami huruf-huruf Jawa dan bahasa Jawa sebagai wujud dukungan terhadap program Revitalisasi Bahasa Daerah. Gemar menulis artikel, puisi, cerpen, dan cerbung, terutama cerpen dan cerbung berbahasa Jawa. Telah menerbitkan beberapa karya solo dan antologi berbagai genre.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image