Ide cerita bisa datang dari mana saja, dan itu adalah bagian yang mudah dari menulis. Yang sulit adalah menentukan apa yang harus dilakukan setelah secercah ide itu muncul.
Ada beberapa tempat umum di mana ide bermula dan cara untuk menemukan plot yang dapat dikembangkan dari percikan ide tersebut.
Ide dari Latar Tempat
Terkadang ide cerita datang dari suatu tempat. Rumah berhantu, rawa, koloni di lepas pantai Mars. Suatu lokasi menarik imajinasi Anda dan Anda tidak bisa melupakannya. Tetapi Anda juga tidak tahu apa yang terjadi di tempat itu.
Karena semua plot membutuhkan konflik, tempat yang baik untuk memulai adalah dengan melihat kemungkinan masalah.
1. Apa bahaya yang melekat pada latar tempat ini?
2. Apa masalah umum yang ditemukan di latar tempat ini?
3. Apakah ada bencana masa lalu yang terkait dengan latar tempat ini?
4. Bagaimana seseorang dapat menggunakan latar tempat ini untuk keuntungannya?
Bahaya dari latar tempat tersebut mungkin memberikan masalah alami bagi protagonis Anda untuk diatasi. Bahaya tersebut juga bisa berupa hal-hal yang mungkin dimanfaatkan oleh antagonis untuk tujuan jahat.
Berikut contoh singkat menggunakan latar rumah berhantu:
1. Apa bahaya yang melekat pada latar ini? Hantu yang ingin balas dendam
2. Apa masalah umum yang ditemukan dalam latar ini? Anak-anak setempat masuk tanpa izin, saling menantang untuk menginap
3. Apakah ada bencana masa lalu yang terkait dengan latar ini? Pembunuhan yang memunculkan hantu, anak-anak hilang yang menginap dan tidak pernah keluar dari rumah tersebut.
4. Bagaimana seseorang dapat menggunakan latar ini untuk keuntungan mereka? Penjahat buronan ingin bersembunyi di rumah untuk menghindari polisi.
Ini adalah ide-ide yang muncul begitu saja, jadi bukan yang paling orisinal. Tapi lihatlah betapa mudahnya alur cerita terungkap di sini? Anda dapat mengambil empat detail ini dan menulis buku tentang seorang polisi yang mencoba menemukan beberapa anak hilang dan masuk ke rumah berhantu ini, terlibat masalah dengan penjahat, dan hantu.
Ide dari Suatu Peristiwa atau Situasi
Terkadang idenya adalah sebuah situasi atau peristiwa.
Matahari yang meledak menjadi supernova. Ancaman terhadap suatu tempat atau orang. Penemuan sesuatu yang mendalam. Sesuatu sedang terjadi atau akan terjadi, dan seseorang harus menghadapinya dengan cara tertentu.
1. Siapa yang paling banyak dirugikan dalam situasi ini?
2. Siapa yang paling banyak diuntungkan dalam situasi ini?
3. Siapa yang memiliki kebebasan untuk bertindak, tetapi juga dibatasi dengan cara tertentu?
4. Siapa yang paling dirugikan dari situasi ini?
5. Apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan situasi ini?
Alur cerita situasional biasanya membutuhkan banyak pekerjaan pada tujuan dan taruhan tokoh, karena kita tahu apa yang terjadi, tetapi tidak tahu siapa atau mengapa.
Gampang untuk menemukan tujuan dan taruhan permukaan (untuk menyelamatkan dunia, untuk menghentikan penjahat, menyelamatkan nyawa), tetapi Anda sering menemukan bahwa itu tidak cukup dalam untuk membantu Anda menciptakan alur cerita. Anda kehabisan hal yang dapat dilakukan protagonis dengan cukup cepat.
Kuncinya adalah menemukan taruhan pribadi, dan kemudian bekerja dari sana untuk menentukan tujuan yang memajukan adegan. Orang bertindak ketika mereka ingin (mendapatkan sesuatu) atau harus (mengalami kerugian).
Ide dari Perjalanan Pribadi
Perjalanan sangat penting dalam novel yang fokus pada tokoh dan novel sastra, bahkan dalam fantasi.
Seorang wanita mencoba menemukan dirinya setelah pernikahan yang gagal. Seorang pria pergi ke laut untuk menjalani bulan-bulan terakhir hidupnya setelah didiagnosis menderita penyakit mematikan. Sekelompok petualang melakukan pencarian untuk sebuah barang penting.
Perjalanannyalah yang paling penting, bukan apa yang ditemukan di sisi lain.
1. Apa bahaya yang melekat dalam perjalanan ini?
2. Apa kegembiraan yang melekat dalam perjalanan ini?
3. Penolakan apa yang akan didapatkan seseorang dari teman-temannya terkait perjalanan ini?
4. Ketakutan apa yang akan mencegah seseorang untuk mencoba perjalanan ini?
Perkembangan tokoh adalah kunci dalam cerita seperti ini, karena perjalanan hampir selalu memungkinkan mereka untuk menemukan apa yang mereka cari.
Untuk tumbuh kembang, Anda perlu mengatasi hal-hal yang menghambat Anda. Pelajari berbagai hal dan terapkan. Tujuan sama pentingnya di sini seperti pada cerita lainnya, tetapi kemungkinan besar akan lebih bersifat pribadi dan internal daripada eksternal.
Hambatan eksternal seringkali merupakan cara untuk mempelajari pengalaman.
Ide dari Premis
Ide “bagaimana kalau?” adalah awal yang umum untuk sebuah cerita.
Bagaimana kalau seseorang mengembangkan kekuatan sihir? Bagaimana kalau seorang ibu dari tiga anak harus menjadi pencuri untuk menghidupi anak-anaknya? Bagaimana kalau seorang agen rahasia asing benar-benar menjadi presiden?
Ide-ide keren yang dapat dieksplorasi dengan berbagai cara. Kuncinya adalah mempersempit ide besar itu untuk menemukan koneksi pribadi yang akan memberi Anda tokoh protagonis Anda.
1. Bagaimana orang(-orang) ini akan bereaksi terhadap ide ini?
2. Bagaimana orang lain akan bereaksi terhadap mereka?
3. Siapa yang secara pribadi terpengaruh oleh hal ini?
4. Apa yang akan mereka rugikan jika ini terjadi?
Menjadi personal dapat membantu menentukan siapa protagonis Anda dan apa yang harus mereka lakukan untuk menyelesaikan situasi “bagaimana kalau” ini. Bahkan thriller epik seperti karya Tom Clancy pun memiliki karakter dengan hal-hal pribadi yang dipertaruhkan sehingga ide tersebut tidak menguasai cerita. Pembaca tetap perlu peduli pada seseorang sebelum mereka peduli pada masalah yang dihadapi orang tersebut.
Ide dari Tokoh
Memulai dengan tokoh mungkin merupakan salah satu generator ide yang paling umum.
Seorang gadis yang dapat memindahkan rasa sakit. Seorang pria yang berduka atas kematian putranya. Seorang wanita yang membaca kartu tarot.
Anda sering mendengar penulis berbicara tentang suara yang terus berbicara kepada mereka. Luangkan waktu sejenak dan dengarkan apa yang mereka katakan.
1. Apa yang dilakukan tokoh ini yang mungkin membahayakan dirinya?
2. Rahasia mengerikan atau peristiwa tragis apa yang disembunyikan tokoh ini?
3. Apa yang istimewa atau unik tentang tokoh ini?
4. Untuk apa atau siapa tokoh ini akan mempertaruhkan segalanya?
5. Apa yang paling dia inginkan?
6. Apa yang paling dia takuti?
Kemungkinan besar, kalau Anda punya tokoh dalam dalam pikiran Anda, alur cerita akan jauh lebih mudah untuk dipikirkan, karena tokohlah yang menggerakkan alur cerita. Fokuslah pada tujuan tokoh tersebut. Apa yang dia inginkan, apa yang tidak dia inginkan, apa yang dia takuti. Cari tahu apa yang paling dia inginkan, lalu tempatkan hal-hal yang paling dia takuti di jalannya.
Semua pertanyaan ini dapat membantu Anda dalam menyusun plot, jadi gabungkan dan padukan. Tempatkan pria yang sakit parah di kapal kargo luar angkasa yang diam-diam menyembunyikan bajak laut dengan rencana jahat. Biarkan wanita yang bisa membaca kartu tarot mencoba menemukan anak-anak yang hilang yang terakhir terlihat di rumah berhantu.
Plot terbentuk ketika Anda mulai mengajukan pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan orang dan mengapa, dan apa yang akan terjadi kalau diaa gagal.
Plot adalah tentang orang-orang yang melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu.
Yang harus Anda lakukan hanyalah mencari tahu apa yang ingin mereka dapatkan.











