Home / Non Fiksi / Opini / Kehidupan Kristen: Hal-hal Kecil, Kebetulan yang Biasa-biasa Saja atau Sebuah Karunia?

Kehidupan Kristen: Hal-hal Kecil, Kebetulan yang Biasa-biasa Saja atau Sebuah Karunia?

Kehidupan Kristen 5 (Dribble)
1

Banyak anak-anak Tuhan atau orang percaya lebih mementingkan-mengamini terjadinya mukjizat, dapat berkat luar biasa melimpah dan segala hal positif yang secara langsung memicu reaksi seperti ‘puji Tuhan’, ‘hebat!’ dan sebagainya. Jika tidak ada apa-apa, hidup berjalan biasa-biasa saja, datar, plain vanilla gitu, deh. Ibarat garis datar yang selalu konstan, nothing special. Sering sekali hal-hal biasa-biasa saja terlewatkan tanpa kita sadari bahwa sebenarnya semua bukan hal biasa-biasa saja. Sebenarnya karunia Tuhan tak perlu selalu berasal dari hal-hal besar atau luar biasa belaka. Apa saja misalnya?

1. Kesembuhan. Betapa seringnya kita merasa tak enak badan/sakit flu ‘saja’ (batuk-pilek-demam), lalu minum obat beli sendiri atau ke dokter langganan, tak lama kemudian sembuh. Saking seringnya, siklus itu dianggap sudah biasa. Seperti dalam iklan-iklan, ini ‘mah karena obatnya manjur, dokternya jempolan, saya memang berotot baja dan bertulang besi alias tahan banting, nanti juga sembuh lagi dan sebagainya. Kita lupa jika kesembuhan yang ‘kecil-kecil’ itu juga adalah atas kehendak Tuhan.

Tanpa bermaksud menakut-nakuti, banyak orang belum atau bahkan tidak akan pernah sembuh dari sakit-penyakit mereka, sekecil-seringan apapun itu. Karena itu, jangan sepelekan kesembuhan yang ‘kecil-kecil’ itu. Semua itu atas izin-Nya, pertanda Anda masih diberi kesempatan sekaligus peringatan. Bersyukurlah serta berjanjilah untuk tidak lagi mengulangi kebiasaan-kebiasaan negatif yang menyebabkan Anda menderita penyakit itu. Jagalah tubuh kita sebaik-baiknya sebagai Bait Allah di dunia ini. Memang ada penyakit yang tak dapat dicegah, akan tetapi justru di sanalah kita bisa memanggil mesra nama-Nya: Yehova Rapha, sembuhkanlah aku.

2. Pagi/hari (kerja/sekolah) baru. Sering sekali kita anggap sebuah hari sama saja seperti hari lain. Misalnya Senin yang selalu sibuk, ya bakal sama saja dengan Senin minggu lalu atau tahun lalu. Sejak kapan bisa jadi enak-nyaman? Tuhan masih izinkan ada hari Senin bukan untuk dikutuki apalagi dijadikan manic Monday dan sebagainya, melainkan agar kita bersemangat mulai lagi meluruhkan talenta yang sudah dikaruniakan-Nya. Lima-enam hari, kita masih diizinkannya bersekolah-bekerja agar bermanfaat bagi sesama serta mendatangkan berkat-rezeki bagi kita sendiri dan keluarga. Sama seperti penciptaan alam semesta, Tuhan tidak mengeluh bosan, capek, biasa-biasa saja. Dengan penuh sukacita, sambutlah hari-hari biasa tapi selalu baru.

Bersyukurlah masih diberikan kesempatan berkarya. Masih banyak orang lain menganggur bahkan putus sekolah karena ketiadaan biaya dan kemampuan. Meskipun gajimu kecil, pekerjaan sukar-melelahkan, belajar di sekolah terasa sulit-lama serta tidak semenyenangkan main game bagimu, tetaplah jalani dengan keyakinan jika apa yang Tuhan izinkan kita alami adalah tempaan dari-Nya agar kita bersyukur dan berkembang.

3. Hal-hal sederhana di pinggir jalan; semak berduri hingga bunga liar, kupu-kupu beterbangan di antaranya, hingga burung-burung kecil yang terbang di udara. Banyak orang mendambakan bunga-bunga indah-harum di taman hingga bercita-cita ingin berwisata mewah hingga ke luar negeri, namun enggan mensyukuri apa yang sebenarnya mudah dan selalu tersedia di sekitar mereka.

Semak berduri dan bunga-bunga liar mungkin tidak seindah bunga-bunga taman yang sering dirangkai seorang floris di jambangan atau dijual dalam pot, namun memiliki banyak hal menarik untuk direnungkan. Mereka sering dicabut dan dibuang, akan tetapi karena akarnya sangat dalam atau biji-bijinya telah menyebar kemana-mana, mereka selalu akan tumbuh lagi. Kupu-kupu yang hidupnya tak seberapa lama pun telah mengalami proses metamorfosis yang indah. Burung-burung kecil di udara mengajarkan kita pemeliharaan Tuhan. Dari mana mereka makan, sanggupkah manusia mencukupi kebutuhan semuanya? Semua yang baru penulis sebutkan adalah beberapa saja bukti pemeliharaan-Nya, kepedulian-Nya terhadap hal-hal kecil-sederhana yang jarang sekali terpikirkan oleh kita. Apalagi kita, pastilah Tuhan sudah menyediakan yang terbaik bagi kesayangan-Nya.

Kesimpulan: Masih banyak lagi hal-hal kecil yang sering kita lewatkan, abaikan, anggap sudah lumrah dan biasa terjadi. Selalu akan terulang lagi, terus ada bahkan cenderung membosankan. Bukan hanya mukjizat dan berkat menggemparkan; kesehatan yang dipulihkan, hari baru yang diberikan, alam yang selalu ada di sekitar kita adalah contoh hal-hal kecil yang patut disyukuri dan dirayakan.

Semoga bermanfaat dan Tuhan Yesus memberkati.

Tangerang, 5 Juni 2025

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Terkini

Ibu ke Mana?

Ibu ke Mana?

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Cinta Kedua & Terakhir: Bab 59

Diam

Diam

Bab 13. Serangan (Part 2)

Bab 13. Serangan (Part 2)

Cinde Lara: Bab 27

Cinde Lara: Bab 27

Antologi KompaK’O

Random image