İshak Ağha, Oruç Reis, dan Hizir Reis, bergegas menuju pulau Rhodes. Sementara, Midili dititipkan kepada Niko, Demirli Ali, dan Salih. Niko adalah sahabatnya İlyas Reis, yang kini menjadi sahabatnya Hizir Reis, Demirli Ali adalah salah satu pasukan pelaut Oruç Reis, sementara Salih adalah sahabatnya İshak Ağha.
Oruç Reis memerintahkan Müneccim menuju Alexandria, untuk memberitahu kepada Isabel pemimpin korporasi kapal besar, meminta memperpanjang sewa kapal yang ia pinjam. Müneccim pun berangkat dengan menggunakan sekoci menuju Alexandria. Sementara, Barbarossa bersaudara menuju pulau Rhodes.
Di Alexandria, Müneccim memberitahu Isabel bahwa Oruç Reis menuju pulau Rhodes dengan menggunakan kapal yang ia sewa.
“Isabel, Oruç Reis meminta izin untuk memperpanjang sewa kapal, karena ia dan saudara-saudaranya menuju pulau Rhodes.”
Mendengar hal itu, Isabel terkejut bukan main.
“Apa aku tak salah dengar, Müneccim?” Tanya Isabel sedikit panik.
“Benar, Isabel.” Jawab Müneccim.
“Ah! Oruç. Aku tahu apa yang kau lakukan. Akan tetapi, pulau itu sangat berbahaya, Müneccim.” Kata Isabel, bersikap khawatir.
***
Barbarossa bersaudara pun sampai di pulau Rhodes. Mereka masuk dengan cara mengendap-endap, membereskan beberapa pasukan yang berjaga, secara diam-diam—tanpa suara. Tak ada pasukan yang mereka biarkan hidup. Setelah itu, mereka menyisir pulau Rhodes.
Oruç Reis yang membawa pasukan pelaut, berinisiatif untuk membagi tiga kelompok penyisiran. Oruç bersama Gülletopuk, dan Yareli menyisir ke tengah pulau, Hizir Reis ditemani Bülbül dan Horozcu menyisir ke sebelah kiri pulau, sementara İshak Ağha ditemani Çoban dan Kandiyeli menuju sisi kanan pulau.
Atas instruksi Oruç Reis, ketiga kelompok itu nanti akan bertemu di titik semula untuk kembali berkumpul.
Ketiga kelompok itu, menyisir pulau dengan tanpa suara, sebab Oruç Reis dan Hizir Reis tahu, bahwa pulau itu sangat berbahaya.
Di sisi Hizir Reis, menemukan sebuah penjara yang sudah berkarat. Maka, Hizir Reis, Bülbül, dan Horozcu kesana untuk memeriksanya.
Di sisi Oruç Reis, mereka menemukan dua orang yang terluka parah—namun masih bernapas. Maka, Oruç Reis, Gülletopuk, dan Yareli menghampiri kedua orang tersebut.
Sementara, disisi İshak Ağha, menemukan beberapa senjata yang tergeletak begitu saja. Seperti senjata kecil berupa belati, palu, kapak dan patahan anak panah. Mereka pun, İshak Ağha, Çoban, dan Kandiyeli membawa seluruh barang yang berada disana.
***
Hizir Reis, dan tim mencoba untuk masuk ke dalam penjara tersebut dengan membuka kunci gembok. Setelah susah payah berjuang untuk membukanya, akhirnya kunci gemboknya berhasil dibuka, dan mereka pun masuk ke dalam penjara.
Mereka membawa lentera yang tersedia disana, sebab di dalam penjara memang sangat gelap. Ketiganya menyisir ruangan demi ruangan. Beberapa ruangan penjara kosong. Namun, pada saat di tengah ruangan, mereka bertiga terkejut bukan main. Sekitar lima ruangan penjara, terdapat tawanan yang sudah tak berdaya penuh luka dan sangat lusuh.
Oruç Reis, dan tim mencoba untuk menolong beberapa orang yang terluka dengan membawa ke tempat titik kumpul yang sudah diinstruksikan. Ia bersama Gülletopuk, dan Yareli membawa secara perlahan—sesekali mereka bersembunyi untuk melihat sekitar. Apa yang dilakukan Oruç Reis, tentunya benar. Di beberapa titik mereka bertemu—sekitar 4-6 pasukan Knight of Rhodes yang sedang berpatroli. Ada pasukan berkuda, dan ada pula pasukan pedang tanpa kuda.
Oruç Reis, dan tim tidak menyerang pasukan Knight of Rhodes, karena fokus pada orang-orang yang tengah terluka. Mereka hanya berusaha untuk menyelamatkan orang-orang tersebut menuju titik kumpul yang sudah ditentukan. Saat situasi sudah aman, mereka bergerak, hingga berkali-kali.
Sementara İshak Ağha, bersama Çoban dan Kandiyeli—mereka pun mengendap-endap menuju titik kumpul dengan membawa senjata-senjata bekas. Apa yang mereka bawa diharapkan dapat menemukan petunjuk dari simbol, bentuk, dan corak yang terdapat di dalam senjata tersebut.
İshak Ağha, dan tim tidak menemukan kendala apapun, baik jebakan maupun pasukan Knight of Rhodes yang melintasi mereka. Sehingga, mereka menuju titik kumpul lebih cepat. Titik kumpul yang dimaksud adalah gua yang sudah lama tak digunakan. Gua itu ditemukan oleh Oruç Reis pada saat pertama datang ke pulau Rhodes tersebut. Tentunya, Oruç Reis adalah seorang petualang dan navigator ulung.









