Cinta Kedua & Terakhir: Bab 15
2 Semenjak setahun belakangan, Pazel sering mengabaikan istrinya. Dia lebih sering menghabiskan waktu bersama Rima. Badannya yang semakin kurus menambah rasa bosan... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 14
Dokter Dana melihat Silvia yang bengong, segera menghampirinya. Dokter bertanya, “Ada apa, Silvia? Kenapa bengong lagi? Ayamku tadi pagi mati gara-gara semalaman... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 13
Ternyata dokter Dana sudah ada di sampingnya. Dia sungguh tidak menyangka akan bertemu dengan dokter Dana di ruang pendaftaran. “Dokter? Dokter ada di sini?”... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 12
1 Pazel benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan wanita yang sudah menemaninya selama dua tahun belakangan. Dan kenapa juga dia bisa lupa kalau dia sudah... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 11
1 “Beby!” teriak Silvia dengan sangat girang. Seorang laki-laki bertubuh tegap, kulit putih, rambut diikat dengan rapi dengan pakaian yang rapi pula berdiri... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 10
Begitu sampai di rumah ibu tirinya dia disambut dengan suka cita. “Mari masuk, Nak.” Wanita itu mengajak Silvia duduk di ruang tengah. Tidak lupa dia menyuguhkan... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 9
Dan bodohnya dia karena begitu mudahnya percaya. Hari ini dia akan keluar dari rumah suaminya, dan digantikan oleh wanita lain. Wanita yang datang sebagai penghancur... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 8
Pazel kembali mengingat kejadian satu tahun yang lalu. Pada saat itu Pazel sedang mencari kado untuk hadiah satu tahun pernikahannya dengan Silvia di sebuah toko... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 7
Daripada dia harus mengotori tangannya hanya untuk laki-laki tidak setia seperti Pazel, lebih baik dia membalas wanita murahan ini dengan cara yang tidak akan dia... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 6
Inilah rumahku. Setidaknya sampai aku meninggalkan rumah ini, batin Silvia. Dia menghapus air matanya yang menetes lagi. “Stop di sini, Dokter. Terima kasih karena... Baca lebih lanjut.
