1 Post Views: 5 Kami masih di pos ronda, duduk di bawah atap seng yang terus diguyur hujan. Rin merapatkan jaketnya sementara aku menggosok-gosokkan telapak tangan untuk mengusir dingin “Kau masih ing...
1 Post Views: 1 Hujan menjelma jarum-jarum lembut ketika kami akhirnya meninggalkan warung. Namun payung renta yang kupinjam dari bapak tua penjaga warung agaknya terlalu kecil untuk menaungi dua tubu...
2 Post Views: 5 Waktu berjalan diam-diam. Kopi telah lama kehilangan uapnya, tinggal cairan hitam dingin yang seolah merupakan kubangan kecil dari malam itu sendiri. Rin masih memegang cangkirnya sepe...
1 Post Views: 3 Rin menggenggam cangkir kopinya yang mulai dingin. Tangannya bergetar halus, entah karena cuaca dingin atau karena sesuatu yang tak terucap. Aku menunggu kata-kata berikutnya, tapi ia ...
1 Post Views: 1 Hujan masih deras ketika kutemani Rin menyusuri gang kecil dekat rumah menjelang senja. Jalanan licin, genangan memantulkan lampu jalan yang temaram. Udara menusuk seperti jarum dingin...
1 Post Views: 2 Semenjak pertemuan terakhir dengan Bay malam itu, mengapa aku merasa ada yang berbeda dengan hatiku? Ada apa antara aku dengan Bay sesungguhnya? *** Malam ini aku kembali menghitung hu...
1 Post Views: 0 Disclaimer: Novel/Novella Cinta dalam Secangkir Hujan pertama kali muncul pada 15 Mei 2015 dalam bentuk embrio puisi singkat “Apa yang Lebih Kuyup dari Hujan?” pada sebuah ...





