Home / Non Fiksi / Tutorial / Dua Langkah untuk Menjadi Penulis yang Lebih Baik

Dua Langkah untuk Menjadi Penulis yang Lebih Baik

Authors
3

Apakah kamu ingin menjadi penulis buku terlaris atau penyair terkenal? Atau ingin menjadi lebih baik dalam menjangkau orang lain dengan tulisanmu? 

Apa pun itu, untuk mencapai tujuan kamu menulis, alasan kamu menulis agar didengar atau untuk membagikan pesan kepada kalangan tertentu, kamu harus menjadi lebih baik dalam seni menulis.

Tulisan ini akan menunjukkan dua langkah dasar untuk menjadi penulis yang lebih baik. Wawasan yang jika ditindaklanjuti dengan tepat dapat membuat tulisanmu lebih baik.

Mungkin kamu pernah mendengar ada orang yang mengatakan bahwa menulis adalah bakat dan kamu harus punya bakat untuk menjadi penulis hebat. Namun, Francis Scott Key Fitzgerald yang lebih dikenal dengan nama Scott Fitzgerald, salah satu penulis Amerika terbaik abad ke-20 dengan best seller-nya yang paling terkenal, The Great Gatsby (1925), berkata, “Kamu punya bakat yang setara dengan seorang prajurit yang memiliki kualifikasi fisik yang tepat untuk memasuki West Point.”

Kata-kata Fitzgerald pada dasarnya adalah pengingat bahwa bakat itu sendiri tidak ada artinya. Bahkan kalau kamu merasa memiliki bakat, atau kamu benar-benar memilikinya, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Menulis, selain sebagai seni, juga merupakan keterampilan. Memiliki bakat merangkai kata-kata tidak menjamin kamu akan menjadi penulis hebat. Di sisi lain, meskipun kamu merasa tidak punya bakat, menulis–seperti keterampilan lainnya–dapat dipelajari dan dikuasai.

Berikut dua langkah dasar untuk menjadi penulis yang lebih baik.

***

1. Baca

Ini adalah langkah pertama.

Pentingnya membaca bagi seorang penulis tidak dapat diabaikan begitu saja. Membaca sama halnya dengan mengikuti proses berpikir penulis lain. Kalau kamu ingin menjadi penulis yang lebih baik, bacalah sebanyak-banyaknya. Bacalah genre kamu dan juga genre lainnya. Bacalah apa pun yang dapat kamu baca. 

Kalau kamu ingin membaca, saya anjurkan kamu mengikuti saran Francine Prose dalam bukunya Reading Like a Writer: A Guide for People Who Love Books and for Those Who Want to Write Them (2007). Francine menyarankan kamu untuk membaca dengan lambat sehingga kamu dapat memperhatikan bagaimana penulis dengan cermat memahami apa pun yang kamu baca. Proses menulis adalah proses yang melelahkan dan seorang penulis yang baik akan memberi tahu kamu terkadang betapa sulitnya untuk memahami sesuatu yang sangat kecil, seperti pilihan kata tunggal.

Ketika kamu membaca karya penulis lain, baik yang ingin kamu tiru maupun yang sudah mapan dan sukses, kamu akan belajar banyak hal. Kamu akan belajar cara mereka menulis, gaya penulisan mereka yang berbeda, tempo, gaya bahasa, struktur, dan banyak hal lainnya, dan kamu akan selalu bisa meniru mereka. Sebelum kursus menulis menjadi populer, penulis lama belajar dengan meniru pendahulu mereka dan penulis modern masih terus melakukannya, termasuk saya. Tidak perlu malu.

Bagian lain dari membaca adalah membaca tentang cara menjadi penulis yang lebih baik. Banyak penulis sukses kini telah menulis buku yang menguraikan proses menulis mereka. Ada juga banyak artikel dan esai yang dapat kamu baca tentang cara menjadi penulis yang lebih baik. Meskipun kamu mungkin tidak melakukan persis seperti yang disarankan oleh materi-materi tersebut, kamu pasti akan memperoleh sesuatu dari materi-materi tersebut. 

Kamu mungkin tidak dapat menghabiskan semua sumber daya menulis yang ada saat ini, tetapi bacalah sebanyak yang kamu bisa. Sama pentingnya untuk membaca buku-buku tentang dasar-dasar menulis juga. Ini termasuk buku-buku tentang hal-hal seperti tanda baca, tata bahasa, leksikon, struktur, dan bahkan gaya. Mempelajari dasar-dasar akan sangat membantu kamu meletakkan dasar yang baik untuk upaya kamu menulis.

2. Menulis

“Menulislah sesering mungkin, bukan dengan ide untuk langsung mencetak, tetapi seolah-olah kamu sedang belajar memainkan alat musik.” – J. B. Priestley.

Sebenarnya, untuk menjadi lebih baik dalam hal apa pun butuh latihan. Meskipun terdengar klise, latihan memang membuat sempurna. Faktanya, latihan membuat segalanya menjadi sempurna. 

Satu-satunya cara untuk menjadi penulis yang lebih baik adalah dengan benar-benar menulis. Kamu bisa saja mengikuti ribuan kursus untuk menjadi penulis yang lebih baik, tetapi kamu tetap perlu menulis dengan konsisten untuk menjadi lebih baik. Cara terbaik untuk menjadi lebih baik adalah dengan menulis dan terus meningkatkan kemampuanmu. Apa pun genre yang kamu tulis – puisi atau prosa, fiksi atau nonfiksi – kalau kamu tidak menulis, kamu tidak akan menjadi lebih baik. Sesederhana itu.

Maka ketika kamu membaca dan memperoleh lebih banyak pengetahuan dan wawasan, kamu harus menerapkan apa yang telah kamu pelajari dengan benar-benar menulis. Tidak ada cara lain. 

Seperti kata Priestley, lupakan sejenak keinginanmu untuk dipublikasikan dan mulailah menulis terlebih dahulu.

Kebanyakan penulis menyarankan agar kamu menyisihkan waktu setiap hari untuk menulis. Mereka menyarankan agar kamu menjadikannya ritual pagi karena ini adalah waktu yang paling tepat. Mungkin untukmu di malam hari atau lewat tengah malam. 

Tidak masalah. Pastikan saja kamu menulis secara konsisten.

Konsistensi menumbuhkan rasa percaya diri. Semakin banyak kamu menulis, semakin baik pula kamu dalam menulis. Sama halnya seperti belajar memainkan alat musik—kamu akan menjadi lebih baik setiap harinya kalau kamu berlatih secara teratur. Saat ini, ada banyak sumber dan platform online yang dapat membantu kamu menjaga rutinitas sebagai seorang penulis. 

Perhatikan bahwa apa yang kamu tulis pada titik tertentu tidak selalu harus masuk akal. Tulis saja, biarkan kata-kata mengalir. Kamu akan selalu dapat memahaminya nanti. 

Seorang penulis terkenal pernah berkata bahwa kamu tidak dapat menyunting halaman kosong. Jadi, teruslah menulis.

Penulis buku-buku terlaris, Stephen King, pernah berkata, “Penulis amatirlah yang menunggu inspirasi, kita semua langsung bekerja”. 

Pablo Picasso mengatakannya seperti ini, “Inspirasi memang ada, tetapi inspirasi itu harus menemukan kita saat kita bekerja.” Dia melanjutkan dengan mengatakan, “Tindakan adalah kunci dasar untuk semua kesuksesan.” 

Semua ilmu pengetahuan di dunia tanpa tindakan apa pun adalah sia-sia. Berhentilah mencari-cari alasan dan mulailah bekerja.

Namun, satu hal yang harus kamu ketahui adalah bahwa menulis–seperti pekerjaan lainnya yang bermanfaat– membutuhkan banyak usaha dan komitmen. 

Kamu tidak bisa menjadi penulis hebat dalam semalam! Namun, dengan terus-menerus membaca dan menulis, kamu akan mencapainya.

Percayalah.

Jawa Barat, 30 April 2025

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image