Home / Topik / Wisata / Ancol Bligo, Selokan Mataram dan Sejarahnya

Ancol Bligo, Selokan Mataram dan Sejarahnya

Dikenal sebagai Kota Sejuta Bunga, Magelang memiliki berbagai daya tarik wisata yang meliputi alam, budaya, dan sejarah. Beberapa daya tarik utamanya adalah Candi Borobudur, Punthuk Setumbu, Gereja Ayam Bukit Rhema, Bukit Menoreh, dan Manohara Sunrise yang terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya. Ada juga Nepal Van Java, dan Ketep Pass yang juara dalam spot pegunungan. Selain itu, Magelang juga terkenal dengan kuliner khasnya seperti Mangut Beong, Sop Senerek, Kupat Tahu, dan berbagai makanan berbahan baku lokal lainnya.

Berjarak hanya sekitar 11,6 km melewati jalan alternative Nanggulan-Borobudur, terdapat wisata bendungan yang cukup populer. Dikenal dengan nama Bendungan Ancol Bligo karena sabagian kawasan tersebut berada di desa Bligo, Kecamantan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

Bendungan sungai yang di atasnya terdapat jembatan yang menghubungkan dua provinsi, yaitu Jawa Tengan dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, kini semakin cantik dan menarik setelah dilakukan revitalisasi.

Bantaran sungai baik yang berada di wilayah Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, maupun yang berada di wilayah Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, disulap menjadi taman yang indah dan menarik.

Dengan tetap memberikan sentuhan tradisional melalui gapura yang berbentuk stupa Candi Borobudur sebagai identitas khas Magelang, Ancol Bligo menjadi tempat wisata alam yang di dalamnya juga terdapat area taman bergaya modern, jogging track, gazebo, panggung pertunjukan, spot foto, mushola, spot duduk, juga kedai kuliner.

Bangunan gapura di pintu masuk identik seperti bangunan candi, memberikan kesan indah dan artistik. Meski cuaca panas, memasuki kawasan Ancol Bligo terasa sejuk dan syahdu oleh suara gemuruh air sungai Progo yang mengalir deras. Ditambah pemandangan alam yang menarik dengan latar belakang perbukitan Menoreh yang hijau menjadikan Ancol Bligo memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, dengan revitalisasi yang telah dilakukan untuk mempercantik kawasan tersebut.

Wisata Bendungan Ancol Bligo sudah semakin ramai dikunjungi wisatawan dan masyarakat sekitar, tapi belum banyak yang mengetahui sejarah, bahwa bendungan bersejarah yang terkait dengan Selokan Mataram tersebut, merupakan titik 0 yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang dan jejak sejarah yang mengalir hingga kini.

Bendungan yang merupakan salah satu bendung tertua di Indonesia, karena telah dibangun pada tahun 1909 ini terletak tidak jauh dari makam Nyi Ageng Serang dan kebun buah naga milik warg

Bendungan Ancol Bligo tidak hanya memiliki fungsi penting sebagai tulang punggung sitem irigasi yang mengairi persawahan di Yogyakarta, tapi Ancol Bligo dan Selokan Mataram juga menyimpan sejarah yang panjang.

Sejarah mencatat bahwa, Bendungan Ancol dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII untuk mengairi kebun-kebun tebu yang tersebar di Sleman dan Bantul melalui Selokan Van der Wijck. Kemudian pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tepatnya pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, Jepang menggalakkan romusha di Indonesia untuk mengeksploitasi sumber daya alam maupun untuk membangun sarana dan prasarana guna mendukung upaya perang Jepang melawan Sekutu di Pasifik.

Sri Sultan lalu meminta agar penduduk Yogyakarta tidak dikerahkan dalam romusha, tetapi cukup dikerahkan untuk membangun sebuah kanal irigasi guna menghubungkan Sungai Progo dengan Sungai Opak yang kemudian dikenal dengan nama Kanal Yoshiro. Kanal tersebut kini dikenal dengan nama Selokan Mataram dan menjadi salah satu dari tiga saluran irigasi primer di daerah Irigasi Karangtalun hingga manfaatnya dapat dirasakan sampai sekarang.

Seiring berjalannya waktu sejumlah warga sering melepas waktu sore dengan memancing di atas Bendungan Ancol Bligo. Kawasan ini tak sekadar menjadi pusat pengairan untuk pertanian di sepanjang Sungai Progo, tetapi juga menjadi kawasan rekreasi bagi warga sekitar untuk menikmati keindahan alamnya, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu objek photografi.

Karena itu warga berharap Kawasan Bendungan Ancol di aliran Kali Progo dilakukan revitalisasi agar semakin bagus dan menarik mengingat banyaknya wisatawan domestik yang datang, terutama hari Sabtu dan Minggu.

Pada tahun 2024 kawasan Bendungan Ancol di aliran Kali Progo dilakukan revitalisasi oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu. Kini bendungan Ancol Bligo menjadi destinasi wisata gratis bagi masyarakat dan semakin ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun internasional, terutama anak-anak sekolah dan masyarakat.

Penulis

  • Perempuan senja yang hobi nulis dan traveling untuk mencari inspirasi.

    Perempuan senja yang hobi nulis dan traveling untuk mencari inspirasi. Penulis Historical Fiction, Travel love, dan Misteri. Untuk mengenal lebih jauh ikuti FB : tari abdullahdua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image