Home / Fiksi / Puisi / Kifah

Kifah

Kifah

biarlah aku disini,
meski getir merindu tanah lahir
berjalan melewati hari yang berduri
seperti menginjak bara api di tengah gurun

biarlah aku disini,
menggenggam topeng kemunafikan
pada kasarnya tempat merebah
kala terpejam tak lagi ramah

biarlah aku disini,
demi senyum mereka bersahaja
memberi merdeka pada kehendak
menjadi payung bahagia yang rekah

dan,
biarlah disini kucari tegar ‘tuk mengunci teguh
manakala ruang menjadi medan tempur
belas kasihan setipis kata ambigu
majulah di belantara

Tangerang, 25 Juli 2025

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image