Home / Topik / Agama / Kehidupan Kristen: Ingin Doa Dijawab Tuhan? Hanya Diucapkan Saja Belum Cukup!

Kehidupan Kristen: Ingin Doa Dijawab Tuhan? Hanya Diucapkan Saja Belum Cukup!

Kehidupan Kristen 20251027 (rawpixel)
3

Apakah doa Anda sering dijawab/dikabulkan Tuhan? Apabila ya, puji syukur untuk itu. Namun apabila tidak/belum dijawab juga, lantas jangan buru-buru menyalahkan Tuhan ‘kok lama, ‘sih?’ atau ‘kok orang lain kayaknya gampang/cepet banget, mengapa saya gak semudah gitu?’

Hanya doa saja lalu udahan sebenarnya belum cukup, sebab doa ibarat fondasi sebuah rumah, akan tetapi bahan bangunan lainnya juga harus tersedia sebelum rumah itu berdiri. Sebelum terburu-buru mengambil kesimpulan ‘Kok lama banget baru dijawab, padahal aku sudah imani abis-abisan, lho!’ atau ‘Kok dikabulkan-Nya gitu amat ‘sih?’ yuk kita renungkan beberapa poin di bawah ini.

Andaikan Tuhan punya aplikasi whatsapp atau media sosial lainnya, ketahuilah jika Tuhan selalu ‘online’.
Beberapa orang mengaku udah percaya setengah hidup namun kerap jadi goyah, merasa Tuhan offline baginya. Mudah sekali iman mereka goyah karena berbagai alasan; Tuhan ‘toh gak terlihat, Tuhan gak peduli, Tuhan begini dan gak begitu, lebih mudah ketemu teman bahkan ‘hantu’ daripada Tuhan, siapalah saya sehingga Tuhan peduli pada saya. Dalam hidup ini banyak godaan yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan, misalnya apa kata teman, konten-konten viral berisi aneka ‘pembenaran’, serta yang kita alami sendiri; pengalaman hidup ‘kurang menyenangkan’ karena rencana kita berbeda dengan rencana-Nya.

Semua itu mudah kita turuti dan amini, padahal semakin menjauhkan kita karena anggapan/perasaan bahwa Tuhan sedang offline.

Ibarat internet, kuota kita harus selalu terisi atau wifi kita tetap nyambung agar bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Caranya bagaimana? Nyalakan selalu ‘gawai’ hidup kita alias suara hati-pikiran-jiwa. Buka hati, berdoa, mengucap syukur, bernyanyi, pantau terus semua saluran komunikasi. Perumpamaan kedua agar lebih jelas, bayangkan sebuah keran air. Jika dibuka hingga mentok, semakin deras pula air mengalir. Yang menyebabkan komunikasi mampat selama ini bukan karena tersumbat, melainkan kita enggan membuka keran koneksi barangkali karena malu, ragu, atau jenuh. Hilangkanlah semua keengganan itu!

  1. Sekali berdoa mungkin langsung dijawab Tuhan/dikabulkan, namun kadang-kadang, sekali saja masih belum cukup!

    Beberapa pengalaman pribadi penulis, ada doa yang butuh waktu satu setengah tahun hingga dijawab, ada yang beberapa hari/seminggu sudah dijawab. Semua doa itu dijawab bukan karena kuat-hebatnya penulis atau baik-indahnya kata-kata yang dipanjatkan, melainkan atas kehendak Tuhan semata-mata.

    Apabila Tuhan belum berkehendak, semua takkan terjadi.Bagaimana agar doa kita sesuai dengan kehendak Tuhan? Usahakan agar isinya bukan hanya permohonan belaka. Minta-minta doang, manusia banyak yang melakukan tapi jarang mendapat apa yang diminta. Bujuk rayulah Tuhan! Apabila gebetan saja perlu dirayu, mengapa gak boleh merayu Tuhan? Bukankah Dia Bapa kita? Baca/gunakan ayat-ayat yang mendukung dalam Alkitab. Firman-Nya yang berupa janji-janji bukan hanya manis dibaca/didengar seperti banyak janji manusia (yang bisa gombal), maka beranikanlah diri mengklaim/menagih janji-Nya.

    Sebagai contoh nyata, penulis mengklaim janji Tuhan ayat Mazmur 127:4 yang berbunyi “Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda…” saat berdoa sambil memohon agar Tuhan memakai anak-anak kami agar menjadi berkat, dikaruniai kecerdasan/hikmat, kemampuan agar lebih berprestasi di sekolah, juga doa berharap akan masa depan cerah bagi mereka. Hingga saat ini meskipun perlahan-lahan saja, ada peningkatan yang menjadi kejutan luar biasa bagi kami sekeluarga. Anak sulung kami mulai rajin menyanyi dan melayani, mulai ada peningkatan juga dalam studi anak bungsu kami.

    Tetaplah PUSH, pray until something happened.
  2. Merasa dicuekin, jawaban Tuhan kelamaan turun? Penantian bukan diisi dengan bersungut-sungut/mengeluh apalagi untuk dijadikan alasan udahan, ‘Ah, malas! Cukuplah satu kali ini aja, yang penting udah usaha!’, melainkan masa introspeksi, melihat ke belakang (bukan berarti hidup di masa lalu) untuk mengingat kembali doa apa saja yang sudah dijawab Tuhan, menghitung berkat-berkat-Nya.

    Hanya berdoa saja lalu udahan ibarat menyetor kata-kata ‘tok’ minus kelanjutan atau tindakan. Rasa percaya dan pengharapan bisa luntur saat menunggu jawaban Tuhan. Karena itu, tetaplah percaya jika Tuhan maha mengetahui.

Sekali berdoa, satu notifikasi langsung masuk ke ‘WA’ Tuhan. Semakin rajin berdoa, notifikasi semakin banyak Dia terima. Berbeda dengan manusia, Tuhan tidak pernah bosan atau merasa terganggu. Dia malah senang jika ciptaan-Nya masih, apalagi terus mengingat-Nya di tengah segala kesibuka dan ketidakpedulian dunia ini. Antrean loket/toilet saja suatu saat akan ada akhirnya. Saat tiba giliran kita, bayangkan betapa leganya. Penantian jawaban Tuhan suatu saat akan tiba juga. Kelegaan itu akan jadi milik kita, kita akan bersyukur karenanya.

Kesimpulan: Berdoalah tanpa jemu, rayulah Tuhan, klaim kebenaran firman-Nya. Setialah menanti jawaban doa tanpa bersungut-sungut, yakinlah semua akan indah pada waktu-Nya. Amin.

Semoga bermanfaat dan Tuhan memberkati.


Tangerang, 24 dan 27 Oktober 2025

Penulis

  • Wiselovehope

    Wiselovehope adalah nama pena Julie D. (juga akrab disapa dengan nama Kak Jul) kelahiran Jakarta, 30 Juli.

    Ibu dua putra dan karyawati swasta yang sedari dini suka membaca dan mengoleksi buku. Juga berkarya sebagai seorang desainer komunikasi visual.

    Bersama beberapa rekan penulis, Kak Jul mendirikan Komunitas PenA dan KomPak’O (Komunitas PenA Kompasianers dan Opinians) sebagai sarana berkomunikasi dan edukasi bagi sesama penulis pemula.

    Beberapa karya tulis populernya adalah The Prince & I: Sang Pangeran & Aku, trilogi novel romansa misteri Cursed: Kutukan Kembar Tampan (Pimedia Publishing, 2021-2022), Cinta Terakhir Sang Bangsawan (Bookies Literasi, 2023) dan Antologi Komunitas PenA & KomPak’O: Risalah Rindu, 1001 Kata Hati: Sebuah Aksara Semiloka, Cyan Magenta, Lelaki yang Menjinakkan Naga, My One & Only, Ini Puisi?

    Instagram: @wiselovehope
    Situs link karya: linktr.ee/wiselovehope
    Facebook: facebook.com/wiselovehope.wiselovehope

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image