Home / Genre / Petualangan / Epilog

Epilog

Cinta Menari di Gerimis Pedang 1600x900
This entry is part 20 of 20 in the series Cinta Menari di Gerimis Pedang

Fiksiana Community, Waktu Indonesia Bagian Ulang Tahun

“Bagaimana jika kita beri sedikit bingkisan, Bay?”

Bay mengangguk. Bersama mereka meluncur ke dinding tebing.

Pedang Na berdesing lincah ke sana-kemari, diiringi deru pukulan Bay yang memencar ke segala penjuru, sebelum akhirnya kembali hening, menyisakan deret indah pada dinding tebing.

selamat ulang tahun yang keempat, fiksiana
beri warna dunia
dengan siluet haru
dengan cinta dan keindahan yang kian menderu
semoga kami mampu tuk selalu
mendampingimu
hingga garda paling kilau milikmu


TAMAT

Secangkir Kopi Legenda Silat Indonesia, Babad yang ke-9 (Tamat), Thornvillage-Kompasiana, 06 Oktober 2015.

Cinta Menari di Gerimis Pedang

Setitik Haru Selaksa Rindu (Part 2)

Penulis

  • Ahmad Maulana S

    Ahmad Maulana S, lahir di Jakarta.

    Sejak kecil ia terbiasa bertualang. Lulus SMU langsung singgah di sebuah madrasah/sekolah sebagai guru, dilanjutkan dengan menjadi pekerja bengkel, pramuniaga, kuli bangunan, pedagang ayam setan, tukang pasang tenda, pengelola pabrik bulu mata palsu, pemilik lapak barang rongsok, penulis buku puisi dan buku serial pendidikan anak, ghost writer, publisher novel-novel motivasi serta pernah menyelenggarakan kelas fiksi berbayar berbasis online lintas negara.

Tag:

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image