Post Views: 4 Fiksiana Community, Waktu Indonesia Bagian Ulang Tahun “Bagaimana jika kita beri sedikit bingkisan, Bay?” Bay mengangguk. Bersama mereka meluncur ke dinding tebing. Pedang Na berdesing l...
Post Views: 2 Tepi Telaga, Waktu Indonesia Bagian Cinta. Creng! Creng!Ting tong ting tung ting ting ting. “Bagaimana lengan kirimu, Bay?” “Alhamdulillah telah kembali normal, Na. Walau untuk beberapa ...
Post Views: 4 tanyakan pada dunia, apa itu cinta?yang terus mengangkangi tentu bukan cintayang tak harus memiliki jelas tidak cintatapi cinta selalu saja cuma cintaseperti kita yang seringkali cuma ka...
1 Post Views: 5 Hanny terus berlari dengan penuh kesungguhan, dengan sesekali memandang heran kepada Aldy, yang berlari mengiringinya sambil tersenyum-senyum pinky sendiri. *** Kuil Partai F...
Post Views: 3 Tanpa terasa setitik sedih mengalir di sudut mata Rasva, mengenang peristiwa paling brutal yang pernah ia buatkan laporan investigasinya, lengkap dengan rekaman foto yang begitu hidup da...
Post Views: 1 kenistaan adalah kinitatkala angan, yang hanya begitu sajamemaksaku untuk melacurkan semuasementara moralsudah jauh-jauh hari menguapdalam retorika ketinggian manusiayang kini, tak lagi ...
1 Post Views: 4 Hawa pembunuh yang aneh menyelinap dengan amat mendadak, membuat Bay dan Na saling melontar pandang dengan kening berkerut. Keduanya bangkit dengan sigap, dan mengawasi sekeliling dana...
Post Views: 4 Creng! Creng! Creng! Cring-cring. Demi menghormati nona penolongnya, Bay mencoba berkonsentrasi untuk mengetahui lagu yang di bawakan si nona. Rupanya refrain ‘Susis- Suami Siyeun I...
Post Views: 4 “Bahkan jika kau benar-benar penjahat kejam yang akan membunuhku usai menolongmu, aku akan tetap menolongmu dan siap untuk bertaruh nyawa. Tapi jangan harap aku mandah untuk dibunuh begi...
1 Post Views: 11 Puk-puk hangat di punggung Hanny menyadarkannya dari pemandangan menakutkan tersebut. Ternyata tangan kakeknya. Sontak Hanny membenamkan tangis di dada sang kakek. “Sabar, Nduk… Sabar...




