Fiksiana Community, Waktu Indonesia Bagian Ulang Tahun “Bagaimana jika kita beri sedikit bingkisan, Bay?” Bay mengangguk. Bersama mereka meluncur ke dinding tebing. Pedang Na berdesing lincah ke s...
Tepi Telaga, Waktu Indonesia Bagian Cinta. Creng! Creng!Ting tong ting tung ting ting ting. “Bagaimana lengan kirimu, Bay?” “Alhamdulillah telah kembali normal, Na. Walau untuk beberapa gerakan ...
tanyakan pada dunia, apa itu cinta?yang terus mengangkangi tentu bukan cintayang tak harus memiliki jelas tidak cintatapi cinta selalu saja cuma cintaseperti kita yang seringkali cuma kata Demi Meno...
1 Hanny terus berlari dengan penuh kesungguhan, dengan sesekali memandang heran kepada Aldy, yang berlari mengiringinya sambil tersenyum-senyum pinky sendiri. *** Kuil Partai FC, Waktu Indon...
Tanpa terasa setitik sedih mengalir di sudut mata Rasva, mengenang peristiwa paling brutal yang pernah ia buatkan laporan investigasinya, lengkap dengan rekaman foto yang begitu hidup dan berkelebat k...
1 Hawa pembunuh yang aneh menyelinap dengan amat mendadak, membuat Bay dan Na saling melontar pandang dengan kening berkerut. Keduanya bangkit dengan sigap, dan mengawasi sekeliling danau dengan penuh...
Creng! Creng! Creng! Cring-cring. Demi menghormati nona penolongnya, Bay mencoba berkonsentrasi untuk mengetahui lagu yang di bawakan si nona. Rupanya refrain ‘Susis- Suami Siyeun Istri’nya&n...
“Bahkan jika kau benar-benar penjahat kejam yang akan membunuhku usai menolongmu, aku akan tetap menolongmu dan siap untuk bertaruh nyawa. Tapi jangan harap aku mandah untuk dibunuh begitu saja. Aku...
1 Puk-puk hangat di punggung Hanny menyadarkannya dari pemandangan menakutkan tersebut. Ternyata tangan kakeknya. Sontak Hanny membenamkan tangis di dada sang kakek. “Sabar, Nduk… Sabar…” hibu...






