Penulis dikenal memiliki kemampuan merangkai kata dan imajinasi yang luar biasa. Penulis dipuji karena keahlian dan semangat mereka. Penulis dipuji karena kemampuan untuk terhubung dengan pembaca. Tetapi penulis juga terkenal karena kurangnya dorongan, ketekunan, dan kemampuan untuk menyelesaikan proyek.
Seperti yang disarankan oleh stereotip, banyak penulis yang aku ajak bekerja sama berjuang dengan dua hal yang tampaknya sulit dipahami: fokus dan motivasi.
Mereka kesulitan fokus pada satu proyek, seringkali membiarkan gangguan sehari-hari mengambil alih, dan kesulitan menemukan motivasi untuk duduk dan menulis secara konsisten.
Kalau ini menggambarkan diri Anda, Anda tidak sendirian. Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen orang ingin menulis buku seumur hidup mereka, namun hanya sebagian kecil yang benar-benar mencapai status “penulis yang diterbitkan.”
Apa impian menulis Anda?
Berikut lima cara untuk mewujudkannya:
1. Tetapkan tujuan.
Kebanyakan orang bekerja lebih baik ketika mereka berupaya mencapai sesuatu, dan hal itu tidak berbeda dengan menulis.
2. Tetapkan tujuan spesifik, dan tetapkan deadline.
Misalnya, tujuan Anda mungkin untuk menyelesaikan novel Anda dalam waktu enam bulan. Uraikan tujuan besar Anda menjadi tonggak-tonggak kecil, sehingga Anda dapat merayakannya di sepanjang jalan.
3. Buat rencana.
Tujuan itu penting, tetapi Anda membutuhkan rencana untuk mewujudkannya. Rencana Anda mungkin termasuk menulis 1.000 kata empat hari per minggu, misalnya.
4. Matikan perangkat pengganggu.
Orang Indonesia termasuk pengguna gadget tertinggi di dunia, dengan rata-rata menghabiskan waktu sekitar 6,05 jam hingga lebih dari 7 jam per hari pada tahun 2023-2024 untuk mengakses internet melalui smartphone. Angka ini setara dengan lebih dari seperempat hari yang digunakan untuk menatap layar HP.
Tujuh jam! Bayangkan berapa banyak tulisan yang dapat Anda lakukan dalam waktu itu. Membatasi gangguan yang tidak perlu secara dramatis meluangkan waktu untuk menulis, sekaligus memungkinkan Anda untuk menghindari gangguan dari tujuan Anda.
5. Tetapkan (dan patuhi) rutinitas menulis.
Sisihkan waktu dalam jadwal Anda untuk menulis, sebaiknya pada waktu yang sama setiap minggu. Buat rutinitas untuk diikuti. Secangkir teh panas, musik instrumental, atau apa pun yang memicu inspirasi kreatif Anda. Seperti yang Stephen King katakan dalam Haunted Heart: The Life and Times of Stephen King, “Tujuan kumulatif dari melakukan hal-hal ini dengan cara yang sama setiap hari tampaknya merupakan cara untuk mengatakan kepada pikiran, ‘Kamu akan segera bermimpi.’”
Untuk membantu membangun rutinitas menulis, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan seperti: Kapan aku paling produktif? Di mana aku bekerja paling baik? Lingkungan seperti apa yang paling cocok untukku bekerja?Apa yang mengalihkan perhatianku? Apakah aku bekerja dengan baik sendirian, atau apakah aku termotivasi bekerja di tempat yang sama dengan orang lain?
6. Tetapkan area menulis.
Kalau memungkinkan, ubah ruangan—seperti kantor atau ruang kerja yang tidak terpakai—menjadi ruang menulis. Jika ini tidak memungkinkan, “cadangkan” area di rumah selama waktu menulis Anda, sebaiknya di suatu tempat dengan pintu yang dapat Anda tutup.
Lakukan penyesuaian yang Anda perlukan agar terasa seperti ruang menulis, baik itu dengan menata ulang tata letak furnitur, berinvestasi pada sepasang headphone, atau membeli meja dan kursi kantor ergonomis.
7. Tetapkan batasan kerja Anda sejak awal, dan pastikan orang-orang yang tinggal bersama Anda tahu untuk tidak mengganggu Anda saat Anda menulis.
Sebagian besar waktu, orang-orang terkasih Anda akan senang mendukung tujuan Anda.
Aku bisa menulis satu buku tentang topik fokus dan motivasi (dan mungkin suatu hari nanti akan kulakukan), tetapi aku harap tujuh kiat ini akan membantu Anda menuju impian Anda.












Satu Komentar
Sangat membantu. Meskipun waktu saya terbatas, saya usahakan untuk terus menulis dan tetap menulis. Terima kasih.