sajak surealisme
Wijatmoko Bintoro Sambodo
Wanita muda dan gelap durja
bukan sebab malam melahap binar
dia bergeming berada di pepohonan
sayapnya patah sudah meskipun terbang masih mudah
air matanya berderai dari sela-sela candra
isak pun tersamar oleh temaram
tergeletak di kamar
yang memar
batang dan ranting tegar menopang
topan berlalu-lalang
dedaunan enggan kecundang
sang perempuan berguncang namun tenang
wajah menengadah menadah hikmah
rembulan sungguh dekat
di antara ruas jari jemari
malam-malam sunyi
aku mendapatinya kembali setelah berlabuh
pohon itu masih utuh
tidak rapuh
dan rumah tak runtuh
Bogor, 29 Desember 2025
Kenya, Pohon, dan Rembulan
Oleh Wijatmoko Bintoro S
Tidak ada komentar
29 Desember 2025 15:39

Previous Article
Next Article

Menjadi Penulis: Dunia Ini Panggung Penulis (Part 1)
Arwah Penasaran di Sekolah Angker

Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.






