Nyamuk-nyamuk di hari malam
Terbang melayang ke sana kemari
Berputar-putar tanpa lelah
Mencari mangsa untuk dikuliti
Nyamuk-nyamuk terus melangkah
Mengejar manusia sebagai mangsa
Tak peduli umpatan dan sumpah serapah dari mulut yang marah
Nyamuk-nyamuk terus melenggang tanpa merasa bersalah
Menghunjam kulit menghisap darah
Mereka berkilah bahwa mereka bukan penjarah karena hanya menghisap setetes darah, bukan harta, tahta atau pun gedung megah dan kemudian melontarkan pertanyaan yang menggugah
“Siapakah yang sebenarnya serakah? Nyamukkah? Atau manusiakah? “











