Home / Genre / Chicklit / 19. Penyamaran

19. Penyamaran

SEBIRU LANGIT CASABLANCA - SATYA PADMA
This entry is part 20 of 21 in the series Sebiru Langit Casablanca

“Maksud Anda bagaimana, Komandan? Maaf saya masih hijau dalam urusan ini,” Yazid menegaskan, “saya rasa belum–”

“Cukup, Yazid!” sentak Antonio dengan nada sedikit meninggi.

Antonio de Guzman menghela napas perlahan, tatapan matanya yang penuh wibawa masih menatap Yazid yang masih dalam sikap siap penuh hormat. Namun, dia tersenyum.

“Yazid, ini bukan masalah pengalaman atau belum pengalaman. Bukan masalah senior atau junior. Masalah ini adalah masalah kepercayaan dan aku percaya dengan kemampuanmu. Jangan tanya dari sudut pandang apa aku melihatnya, tetapi hatiku berkata jika aku mantap memilihmu.”

“Camkan itu. Aku yakin kau mampu!” tegas Antonio.

“Siap, Komandan!”

“Bagus. Aku akan mengajakmu menemui seseorang setelah ini.”

“Siap, Komandan!”

“Baiklah. Kau boleh pergi. Aku akan menghubungi orang itu.”

***

Beberapa hari kemudian, Yazid mendatangi kantor Leon d’Oro. Dia harus menjalankan misi sebaik-baiknya. Dia menyamarkan identitas sebenarnya sebelum beraksi menuju kantor besar perusahaan Leon d’Oro.

Leon d’Oro adalah seorang pengusaha sukses tidak hanya di Malaga, tetapi juga merupakan salah satu orang terkaya di Spanyol yang sangat berpengaruh.

“Bisakah saya bertemu Tuan Leon?” Yazid bertanya kepada seorang petugas keamanan di depan.

“Anda dari mana?”

“Saya dari Officina del Santander,” katanya tenang.

“Sudah ada janji sebelumnya untuk bertemu beliau?”

“Tentu saja. Saya sudah berbicara dengan Tuan Leon tempo hari.”

“Baiklah. Anda Tuan Santander?” tanya petugas itu lagi dengan tatapan mata penuh selidik.

“Luis Jose Santander.”

“Baiklah, Tuan. Harap tunggu sebentar, karena Tuan Leon sedang ada rapat penting. Anda bisa menunggu di dalam. Silakan.”

Petugas itu menyuruh salah seorang temannya mengantar Yazid ke ruang tunggu di kantor Leon. Bangunan megah yang terdiri dari beberapa lantai itu memang cukup membuat Yazid takjub. Bukan pada tingginya bangunan, tetapi pada sistem yang telah mampu menunjukkan betapa kuatnya perusahaan Leon berpengaruh.

Yazid menunggu kurang lebih setengah jam hingga akhirnya melihat beberapa orang keluar dari ruangan. Seorang penjaga berbicara kepada seorang pria dan tak lama ia datang kembali menemui Yazid.

“Tuan, Tuan Leon sudah berkenan bertemu Anda. Silakan Anda bisa temui beliau sekarang.”

“Baik. Terima kasih.”

Yazid berjalan diiringi penjaga itu. Langkahnya begitu mantap meski pikirannya penuh tanda tanya pria macam apakah Leon d’Oro itu sebenarnya.

Matanya terus mengawasi setiap gerak-gerik  orang-orang yang berjalan di kantor itu dengan penuh kewaspadaan. Yazid memang memiliki kepekaan tinggi. Pantas saja jika Antonio de Guzman memilihnya.

 Dia mengetuk pintu.

“Masuk.”

“Tuan Luis ingin bertemu dengan Anda.”

“Baiklah. Biarkan dia masuk.”

“Baik, Tuan.”

Penjaga itu segera menemui Yazid dan mengutarakan maksudnya.

“Silakan, Tuan. Ini ruangannya Tuan Leon. Beliau sudah menunggu, “ucap penjaga itu dengan hormat.

“Baik. Terima kasih.”

Yazid melangkah dengan mantap. Kali ini dia harus banyak mendapatkan keterangan tentang siapa sebenarnya Leon d’Oro yang begitu menarik perhatiannya.

“Selamat siang, Tuan Leon.”

Leon mendongakkan wajahnya. Di hadapannya berdiri sesosok pria muda dengan wajah teduh nan tegas. Sosok asing yang belum pernah ia kenal sebelumnya.

“Anda siapa?” selidiknya.

Yazid tersenyum. Dia menjawab dengan santai, “Saya Luis Jose Santander, dari Officina del Santander, Tuan Leon.”

Leon mengerutkan dahinya. Baru kali ini dia mendengar nama itu, tetapi tidak asing ketika mendengar nama Officina del Santander.

“Oh, Tuan Luis. Maaf.” Leon berdiri dan berjabat tangan dengannya. Kesannya yang ramah membuat Yazid sedikit teralihkan. Dari cerita Antonio, Leon adalah orang yang angkuh dan menyombongkan diri. Namun, di hadapannya, sikapnya justru malah sebaliknya.

Dari sinilah akhirnya Yazid memulai penyelidikannya.  Dia ingin tahu siapa sebenarnya Leon dan juga usaha-usaha apa saja yang dimiliknya untuk membongkar sindikat perdagangan ilegal yang ditengarai berasal dari perusahaannya yang bekerja dengan perusahaan lain.

Sebiru Langit Casablanca

8. Latihan Militer 0. Jangan Menangis, Ibu!

Penulis

  • Satya Padma

    Satya Padma adalah penulis yang masih terus belajar. Salah satu karyannya yang sudah terbit adalah Sang Elang dari Mesir (SEDM)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image