Buruh muda bersuara bara
memanaskan kuping para jawara
empunya takhta empunya acara
gema pita suara menggeletar di atas sajak
di atas massa yang meronta yang berontak
berontak sekadar meminta hak
sedikit lebih layak
Tanggulangin menggiring langkahnya menganjur tanya
angin menelan kabar ke mana ia
lima Mei satu sembilan sembilan tiga
selang hitungan hari ketiga
darah kering barulah bersaksi
tindak siapa berulah keji
pekik syairnya mati
September dua ribu dua lima akan beranjak pergi
kartu ID seorang wartawati disita
sebab menyorongkan tanya
hanya tanya
sebab menu berbisa gratis
tak lama semua selesai sediakala
ia tidak raib di jalan mala
kelebat bayangan buruh muda tersangkut hipokampus
mungkin napas sang kuli tinta masih berembus
karena ia belum berpuisi
Bogor, 29 September 2025 (21.38)










