Home / Topik / Sejarah / Temu Gelang dan Asal Nama Magelang

Temu Gelang dan Asal Nama Magelang

Kota Magelang
2

Nama Magelang dahulu hampir tidak diperhitungkan, orang awam hanya mengenal sebagai Ibukota Karesidenan Kedu dan kota penghasil gethuk. Bahkan Candi Borobudur yang pernah dinobatkan sebagai salah satu keajaiban dunia lebih sering dikenal sebagai bagian dari Yogyakarta. 

Hingga beberapa tahun terakhir media sosial mulai mengenalkan obyek wisata dan keindahan deretan pegunungan yang mengelilingi Magelang, membuka tabir keindahan dan kekayaan alamnya. Magelang dengan sejarah panjangnya juga menjadi salah satu kota tertua di Indonesia dan memiliki peran penting dalam sejarah Jawa Tengah. Meskipun tak banyak yang mengetahui sejarah kota Magelang.

Wilayah yang punya julukan Kota Sejuta Bunga ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah kotanya. Lokasinya yang strategis menjadi penghubung bagi kawasan utara dan selatan.

Magelang kuno dulunya bernama Mantyasih atau sekarang dikenal sebagai Kampung Meteseh, memiliki sejarah yang panjang dan kaya. Sejak masa Mataram Kuno, daerah ini sudah menjadi bagian penting dari kawasan Kedu dan pusat pemerintahan. 

Sementara asal-usul nama Magelang sendiri ada beberapa versi. Namun, yang populer adalah nama Magelang berasal dari strategi Pangeran Purbaya yang mengepung Jin Sepanjang dengan gerakan melingkar sehingga dinamakan temugelang atau tepung gelang yang berarti mengepung rapat seperti gelang. 

Pada suatu waktu, Panembahan Senopati yang memimpin Kerajaan Mataram ingin memperluas wilayah kerajaannya, karenaKerajaan Mataram tumbuh dan berkembang semakin ramai. Atas pendapat Ki Gede Pemanahan, diputuskan bahwa langkah yang harus dilakukan adalah dengan membuka sebuah hutan bernama Hutan Kedu. 

Panembahan Senopati kemudian memberikan tugas kepada putranya yang bernama Pangeran Purbaya.

Panembahan Senopati membekali Pangeran Purbaya dengan sebuah tombak yang bernama Tombak Kyai Pleret. Tombak Kyai Pleret ini diberikan oleh Panembahan Senopati kepada Pangeran Purbaya untuk melawan raja jin penguasa Hutan Kedu yang dikenal sangat sakti. Perjalanan Pangeran Purbaya ke Hutan Kedu juga didampingi sekelompok prajurit khusus yang sudah berpengalaman. 

Saat mulai memasuki Hutan Kedu, Pangeran Purbaya dan pasukannya dihadang oleh sosok jin yang berwajah seram dan bertubuh besar. Sosok jin ini pun menanyakan maksud kedatangan Pangeran Purbaya dan pasukannya ke Hutan Kedu.

Pangeran Purbaya kemudian memperkenalkan dirinya dan maksud kedatangannya ke Hutan Kedu, untuk membuka Hutan Kedu sebagai sebuah perkampungan. Tentu saja penguasa hutan yang bernama Jin Sepanjang murka mendengar maksud kedatangan Pangeran Purbaya. Jin Sepanjang dan pasukannya sontak menghalangi tujuan Pangeran Purbaya.

Pangeran Purbaya pun mengeluarkan tombaknya untuk menghadapi Jin Sepanjang. Namun, Jin Sepanjang tidak takut pada Tombak Kyai Pleret, hingga terjadilah pertarungan dengan Pangeran Purbaya.

Terjadilah pertarungan antara Pasukan jin yang berjumlah banyak melawan pasukan Pangeran Purbaya. Namun, Tombak Kyai Pleret yang dibawa oleh Pangeran Purbaya berhasil membuat Jin Sepanjang dan pasukannya terdesak dan mundur. 

Merasa tidak terima atas kekalahannya, Jin Sepanjang mengatakan akan menuntut balas karena sudah mengubah hutan tempatnya tinggalnya menjadi perkampungan. Setelah kepergian Jin Sepanjang, Pangeran Purbaya mulai memimpin pasukannya untuk membuka Hutan Kedu. 

Tidak butuh waktu lama, sebagian wilayah Hutan Kedu sudah berubah menjadi desa kecil yang subur dan mulai banyak warga yang berdatangan dan menetap. Raja jin yang tidak terima kawasannya berubah menjadi pemukiman, dia mengubah penampilan menjadi manusia bernama Sonta. 

Suatu malam, Sonta mengeluarkan asap putih yang menyebar ke seluruh desa. Pagi harinya, banyak warga sakit dan meninggal secara misterius. Pangeran Purbaya yang mengetahui bahwa penyakit misterius tersebut disebabkan oleh raja jin yang menyamar menjadi pelayan di rumah Kyai Keramat pun sangat terkejut.

Mengetahui semakin banyak orang yang menjadi korban Jin Sepanjang, Pangeran Purbaya pun menyusun strategi untuk melawan Jin Sepanjang. Pangeran Purbaya memerintahkan para prajuritnya untuk bergerak di sepanjang hutan dengan gerakan melingkar seperti gelang. Cara ini dilakukan untuk mengepung hutan tempat Jin Sepanjang berada. 

Dengan cara ini, diharapkan Jin Sepanjang tidak bisa lolos dari pengejaran. Akhirnya strategi pun berhasil dan Jin Sepanjang tidak punya kesempatan untuk melarikan diri lagi. Akhirnya Jin Sepanjang dan Pangeran Purbaya kembali bertarung.

Kesaktian Tombak Kyai Pleret yang dipakai Pangeran Purbaya jauh lebih tinggi dari Jin Sepanjang, hingga mampu mengalahkan raja jin. Dengan menggunakan Tombak Kyai Pleret, Pangeran Purbaya menusuk tubuh Jin Sepanjang hingga jatuh ke tanah, lalu perlahan-lahan menguap dan hilang ke udara. Konon strategi Pangeran Purbaya untuk mengepung Jin Sepanjang dengan formasi gerakan melingkar seperti gelang kemudian membuat seluruh wilayah disebut sebagai Magelang.

Penulis

  • Perempuan senja yang hobi nulis dan traveling untuk mencari inspirasi.

    Perempuan senja yang hobi nulis dan traveling untuk mencari inspirasi. Penulis Historical Fiction, Travel love, dan Misteri. Untuk mengenal lebih jauh ikuti FB : tari abdullahdua

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image