Masih mengenakan piyama, posisinya sama seperti saat Ghea tidur awal. Ghea melihat ke sekeliling kamarnya yang berantakan. Duduk di depan cermin, Shanti mengikat rambutnya menjadi ekor kuda sementara ...
Saat itu, Ghea membuka mata dan melihat Waiz berlari ke arah Arya Daringin yang sedang membelakangi Ghea dan masih berjalan gontai keluar dari halaman. Pedang Ghea yang lain di tangan Waiz. yang siap ...
“Ya, aku memang dibuang karena ini, tapi aku adalah anak kesayangan Ayahanda dan beliau melakukannya sebagian untuk menghentikanku tidur dengan selir atau gundik saudaraku dan mencegahnya mengejar t...
1 Ghea sempat berpikir, Ini nggakkan gampang. Kalau aku bisa berbicara dari hati ke hati dengan Waiz terlebih dahulu, mungkin aku tidak perlu memberi tahu Arya Daringin lagi dan semuanya akan baik-bai...
“Bangun Sayang, kita sudah sampai.” Mendengar suara Arya Daringin, Ghea membuka matanya. Mereka sudah menempuh perjalanan selama berjam-jam karena sekarang sudah agak gelap, tetapi kereta ...
Ghea menggigit bibir Arya Daringin, tangannya yang lain masuk ke dalam baju suaminya, membelai bulu dada. Otot-otot pria itu menegang ketika Ghea menggigit telinganya. Arya Daringin menelan luda...
“Kangmas,” Ghea berkata. “Aku datang ke sini untuk memperbaiki kesalahannya, tetapi, tidak mungkin aku bisa melakukan itu tanpa memperbaiki keadaan denganmu. Dengan kita. Aku tidak meren...
Tawa yang keluar dari mulut Arya Daringin terhenti di tenggorokan ketika Ghea mengatakan itu dan dia mengerutkan kening. “Apa maksudmu?” “Kamu dengar aku, Kangmas! Apa yang selama in...
1 Pagi itu cerah. Hanya sedikit awan putih di langit. Cuaca lebih cerah dan tampak lebih baik daripada beberapa hari sebelumnya. Para lelaki tua duduk di tepi pantai bersama istri mereka sementara yan...






