Home / Topik / Humaniora / Kopi yang Diseduh Perempuan Tua

Kopi yang Diseduh Perempuan Tua

2
Karya Wijatmoko Bintoro Sambodo

Oktober memamah cacah almanak
kemarau yang basah kian pasrah
musim penghujan mengukuhkan penegasan
sebagaimana senja ini gerimis ditiriskan
terus-terusan

petrikor bahkan bukan lagi keistimewaan
padu padan simpul ingatan berkelindan
jiwa-jiwa menghilang mengelabui kesadaran
hujan ini justru serupa entakan
guntur sebagai bentakan
menindas perasaan:
“masihkah ada engkau temui?”
juga seorang perempuan tua yang selalu mengawali percakapan:
“kubuatkan kopi ya”

hujan masih merundungku dengan sopan
mengerangkeng lamunan
tertegun tak berkesudahan
segelas kopi menatapku lekat-lekat
kopi ini biasa ia suguhkan kepadaku
dan hujan itu sekarang membasahi
sekujur imajinasi

Bogor, 25 Oktober 2025

Penulis

  • Wijatmoko Bintoro S

    Wijatmoko berasal dari Magelang yang merantau dan menjadi penduduk Tanjung Priok, Jakarta Utara. Wijatmoko telah membuahkan sepuluh buku karya tunggal bergenre prosa, puisi, dan pantun. Beberapa tulisannya sempat tersimpan di sebuah blog pribadinya yang gagal dimasuki karena dia kehilangan kuncinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image