1 Post Views: 12 Pagi hampir meninggi, tapi Elaine masih bergelung di bawah selimut. Semalam, gadis berkebangsaan Perancis itu tampak gelisah, berjalan mondar-mandir di depan tivi dan larut malam baru...
2 Post Views: 23 Waktu berjalan diam-diam. Kopi telah lama kehilangan uapnya, tinggal cairan hitam dingin yang seolah merupakan kubangan kecil dari malam itu sendiri. Rin masih memegang cangkirnya sep...
1 Post Views: 15 Rin menggenggam cangkir kopinya yang mulai dingin. Tangannya bergetar halus, entah karena cuaca dingin atau karena sesuatu yang tak terucap. Aku menunggu kata-kata berikutnya, tapi ia...
1 Post Views: 13 Malam mulai merayap saat mobil memasuki kota Magelang. Elaine sibuk mengunyah aneka jajanan yang tadi dibeli di Taman Bambu Runcing. “Mau langsung pulang?” tanyaku. “...
1 Post Views: 14 Hujan masih deras ketika kutemani Rin menyusuri gang kecil dekat rumah menjelang senja. Jalanan licin, genangan memantulkan lampu jalan yang temaram. Udara menusuk seperti jarum dingi...
Post Views: 18 Melewati Kota Muntilan, tiba-tiba teringat satu slogan yang mengatakan: Kalau berkunjung ke kota Muntilan, jangan lupa untuk sempatkan waktu mampir di Monumen Bambu Runcing Muntilan. Ke...
1 Post Views: 14 Semenjak pertemuan terakhir dengan Bay malam itu, mengapa aku merasa ada yang berbeda dengan hatiku? Ada apa antara aku dengan Bay sesungguhnya? *** Malam ini aku kembali menghitung h...
1 Post Views: 14 Disclaimer: Novel/Novella Cinta dalam Secangkir Hujan pertama kali muncul pada 15 Mei 2015 dalam bentuk embrio puisi singkat “Apa yang Lebih Kuyup dari Hujan?” pada sebuah...







