Post Views: 22 Tika mengetukkan pensilnya di meja perpustakaan yang besar dan menatap rak-rak buku. Janjinya pukul dua terlambat. Dia memeriksa jadwalnya. Mike Baron, mahasiswa baru. Mahasiswa baru ju...
Post Views: 19 Beberapa jam kemudian, Arya Daringin masih minum dan mengobrol di tenda besar. Dia duduk bersama pria-pria tua sementara mereka berbicara tentang istri dan pengalaman rumah tangga. Tida...
1 Post Views: 21 Arya Daringin kembali ke sofa, tapi Ghea merasa harus mengatakan sesuatu. “Kenapa kamu tidak pergi ke acara pasangan bersamaku, Kangmas?” “Apa aku perlu?”...
2 Post Views: 22 Tanpa terasa, dua tahun sudah Hamzah menjalani suka duanya di Kairo. Sesekali, dia menyempatkan diri pulang ke kampung halamannya. Setelah itu dia kembali lagi, karena baginya, waktu ...
1 Post Views: 19 Ghea tertawa kecil mengingat kejadian lima hari lalu. Ekspresi wajah suaminya ketika dia mengatakan tidak seorang pun ingin melihatnya tanpa busana sungguh tak ternilai. Ghea tidak ak...
5 Post Views: 16 Washington, D.C., Oktober 1965 Aku pasti melewatkan pelatihan Agensi tentang cara bersin dengan masker lateks wajah penuh tanpa membuka penutup. Secara harfiah. “Gesundheit. Dan permi...
Post Views: 19 Arya Daringin mengerang kesakitan dan umpatannya semakin menjadi-jadi mendengar Gelak tawa Ghea. Ini sangat salah. Bagaimana mungkin aku berakhir di tempat ini dengan wanita seper...
1 Post Views: 11 Wida mondar-mandir di ruang tamunya yang berbentuk persegi, ponsel menempel di telinganya. “Tapi Anne, apa yang harus kupikirkan? Yogi sudah pergi selama seminggu, dan aku masih...
1 Post Views: 18 Sudah dua hari berlalu dan Arya Daringin belum juga membuka matanya, meskipun napas cukup teratur. “Putri, saya bisa melihat betapa cemasnya Anda, tapi jangan khawatir, dia akan baik-...









