Post Views: 7 Tepat di saat itu, para wanita melihat para pria. “Di sini!” mereka berteriak. “Apa yang kalian tunggu? Ayo kita temui mereka,” kata Yusuf sambil mengedipkan mata...
Post Views: 8 Beberapa jam kemudian, Arya Daringin masih minum dan mengobrol di tenda besar. Dia duduk bersama pria-pria tua sementara mereka berbicara tentang istri dan pengalaman rumah tangga. Tidak...
1 Post Views: 6 Arya Daringin kembali ke sofa, tapi Ghea merasa harus mengatakan sesuatu. “Kenapa kamu tidak pergi ke acara pasangan bersamaku, Kangmas?” “Apa aku perlu?”...
1 Post Views: 10 Ghea tertawa kecil mengingat kejadian lima hari lalu. Ekspresi wajah suaminya ketika dia mengatakan tidak seorang pun ingin melihatnya tanpa busana sungguh tak ternilai. Ghea tidak ak...
Post Views: 11 Arya Daringin mengerang kesakitan dan umpatannya semakin menjadi-jadi mendengar Gelak tawa Ghea. Ini sangat salah. Bagaimana mungkin aku berakhir di tempat ini dengan wanita seper...
1 Post Views: 10 Sudah dua hari berlalu dan Arya Daringin belum juga membuka matanya, meskipun napas cukup teratur. “Putri, saya bisa melihat betapa cemasnya Anda, tapi jangan khawatir, dia akan baik-...
Post Views: 3 Pada saat Arya Daringin kembali ke rumah, hujan mulai turun. Sais kereta menemuinya di jalan dan berhenti. “Gusti Pangeran, tolong jangan bunuh saya, saya tidak tahu,” sais menohon denga...
Post Views: 7 “Orang-orangmu? Kupikir kamu tidak pernah peduli dengan mereka. Kamu sendiri yang mengatakan bahwa mereka dapat menemukan jalan mereka sendiri dan kita tidak perlu mengkhawatirkan mereka...
0 Post Views: 10 Ketika langkah Ghea semakin dekat, dia melihat bentuk tenda dengan lebih jelas. Ada obor yang menyala di sekelilingnya dan dia merasakan sandalnya menginjak sesuatu yang lunak. Dia me...
Post Views: 6 “Maafkan saya … Saya ndak bermaksud … tolong jangan sakiti saya … Gusti Putri ndak akan mendengar lagi tentang saya. Saya akan menjauh … Saya bersumpah. Tolong Gusti Putri … beri s...




