2 Arya Daringin menatap tubuh nirbusana di depannya saat berjalan mengitari ruangan memungut potongan pakaiannya yang tergeletak di sekeliling ruangan. “Gusti Pangeran begitu cepat selesai hari ini....
3 Usianya mungkin awal lima puluhan. Tubuhnya kurus lemah dengan topi yang terlihat lucu. Sebatang rokok kawung yang tidak menyala terselip di sudut bibirnya yang berkumis. Dia hendak menyalakannya ke...
2 “Meleset, sobat!” Arya Daringin mengutuk pelan ketika rusa yang beruntung itu berlari menyelamatkan nyawanya setelah anak panah yang dilepaskannya meleset. “Kamu tidak fokus. Apakah kamu baik-...
2 Ghea akhirnya tertidur dengan kepalanya penuh dengan pikiran, dan ketika kemudian terbangun karena Lastri menarik tirai jendela. Hari telah pagi. Dia tidur begitu nyenyak tanpa gangguan mimpi buruk....
2 Ghea meneliti wajah Nunung yang tampak kebingungan. Dia menyadari, gadis itu tidak tahu apakah harus mempercayainya atau tidak. “Kamu punya keluarga, Nung?” Dia mengangguk. “Kamu suka baju ini...
1 Ghea menghela napas dalam-dalam saat ibunya menceritakan semua yang terjadi. Semuanya masuk akal sekarang. “Kamu berhak membenci Ibu, Ghea. Tetapi ibu melakukannya untuk rakyat kita, dan begitu ba...
Sebuah bangku ukir dari kayu jati di samping tempat tidur saya dan di atasnya lembar koran atau sesuatu yang tampak seperti itu. Cetakannya jauh dari kualitas surat kabar, tertulis dengan jelas: SELOM...
1 Ghea memejamkan mata, bibirnya bergetar. “Shanti, ini gila. Kamu nggak ngerti.” Dia berdiri. “Ini seperti film, kamu tahu? Bukannya aku pergi ke Bandung, atau Singapura, atau Planet Mars...
2 Di dalam taksi, selama perjalanan Shanti tidak mengatakan sepatah kata pun. Ghea lega, karena dia masih terguncang oleh mimpinya, selain karena kelelahan. Sekitar pukul enam pagi, Ghea dan Sha...






