Setelah menyelesaikan sarapan soto Lesah khas Magelang di warung d’Lesah, kami melanjutkan perjalanan. Hari ini rencananya hanya berkeliling seputar kota karena Elaine sedang menunggu telepon da...
1 Pagi hampir meninggi, tapi Elaine masih bergelung di bawah selimut. Semalam, gadis berkebangsaan Perancis itu tampak gelisah, berjalan mondar-mandir di depan tivi dan larut malam baru tidur. Aku men...
1 Malam mulai merayap saat mobil memasuki kota Magelang. Elaine sibuk mengunyah aneka jajanan yang tadi dibeli di Taman Bambu Runcing. “Mau langsung pulang?” tanyaku. “Hmmm, apakah a...
Melewati Kota Muntilan, tiba-tiba teringat satu slogan yang mengatakan: Kalau berkunjung ke kota Muntilan, jangan lupa untuk sempatkan waktu mampir di Monumen Bambu Runcing Muntilan. Kebetulan hari su...
Masih dengan tatapan heran aku menunjuk piring di hadapan Elaine, “Enak?” Elaine menggangguk, kali ini dengan tampang sedikit serius. “Suka dengan makanannya?” tanyaku lagi ...
Setelah berkendara hampir satu jam, aku melewati jalan alternatif Nanggulan-Borobudur, sekitar 11,6 km dari candi Budha terbesar di Indonesia, aku membelokkan mobil menuju wisata bendungan yang cukup ...
Matahari masih mengintip malu setelah semalam hujan mengguyur bumi sangat deras. Aku berniat merapikan lembaran kertas yang berserakan di meja, membaca ulang novel yang siap naik cetak. Ponselku tiba-...
Hidup Tantri yang mulai tenang kembali terusik oleh kedatangan Elaine, gadis Perancis yang merupakan anak tunggal Pierre, laki-laki yang pernah ditolaknya karena Tantri lebih memilih laki-laki pribumi...







