Home / Fiksi / Cerpen / Negeri Bayangan

Negeri Bayangan

Negeri Bayangan

Negeri Bayangan

Konon, ada sebuah tempat bernama Negeri Bayangan. Tempat itu hidup berdampingan dengan kita dan mungkin kaamu sudah mengetahuinya. Tapi berikut ini adalah kisah tentang pengalamanku di Negeri Bayangan. 

Di Negeri bayangan, terdapat berbagai macam bentuk dan ukuran. Mereka paling berkembang dalam kegelapan,  tetapi tentu saja dengan hadirnya cahaya. Tanpa cahaya, kita tidak akan dapat mengetahui keberadaan mereka.

Karena banyak dari kita yang tidak tahu banyak tentang Negeri Bayangan, lumrah untuk takut ketika pertama kali melihat melihat Negeri Bayangan orang-orang yang tinggal di sana. Sebagian besar penghuninya dapat berubah bentuk. Mereka suka mempermainkan pikiran kita. 

Di malam hari, kita akan melihat orang-orang di Negeri Bayaangan tumbuh tinggi dan pendek secara bersamaan. Hal itu bisa sangat menakutkan, sehingga membuat orang tua pun takut berjalan dalam kegelapan. Selain itu, beberapa anak suka tidur dengan lampu menyala, karena entah bagaimana mereka pernah melihat orang-orang bayangan sebelumnya. Dan seperti orang tua, mereka takut pada kegelapan  tempat tinggal makhluk-makhluk bayangan.

Apakah kamu ingin tahu sebuah rahasia? 

Makhluk-makhluk bayangan juga bisa sangat ramah karena mereka suka bermain. Pada siang hari, kalau kamu perhatikan baik-baik, orang-orang bayangan juga keluar untuk bermain dengan kita. Ya, mereka melakukannya! 

Kalau kita berjalan di siang hari, kalau kamu jeli, kamu akan melihat bahwa mereka berjalan di samping kita, berusaha semaksimal mungkin agar terlihat seperti kita. Ketika matahari tepat berada di atas kepala kita, mereka berada di bawah kaki kita bersembunyi, karena kalau cahayanya terlalu terang, mereka akan menghilang. 

Ketika matahari baru saja terbit atau terbenam, kamu melihat makhluk-makhluk bayangan terlihat lebih tinggi dan lebih panjang. Mereka bahkan mungkin terlihat lebih besar, tetapi  mereka selalu mencoba meniru kita. Kalau kita mengangkat tangan, mereka juga akan mengangkat tangan. Kalau kita menoleh, mereka akan menoleh ke arah yang sama dengan kita. Kalau kita tertawa, mereka juga akan tertawa, hanya saja kita tidak akan mendengar mereka tertawa. Mereka meniru gerak-gerik kita.

Bayangan dapat menjadi apa pun yang kita inginkan ketika mereka benar-benar ingin bermain dengan kita. Dan kita dapat memanggil mereka untuk bermain bahkan di ruangan yang gelap. Yang kita butuhkan hanyalah senter dan dinding di depan kita. Kita dapat membuat orang-orang bayangan mengambil berbagai bentuk dan rupa dengan memanfaatkan bagian-bagian tubuh kita. Yang perlu kita lakukan adalah menjadi kreatif. 

Apakah kamu kreatif? 

Ini contoh beberapa bentuk dan rupa yang digunakan ayah dan bundaku untuk membuat makhluk bayangan bermain dengan kami di malam hari. Kami membentuk mereka menjadi kelelawar, anjing, burung, banteng, dan kucing, apa pun yang kami inginkan. 

Untuk melakukannya seperti yang kami lakukan, pastikan ada cahaya di belakangmu, seolah-olah itu proyektor. Sorotkan cahaya ke dinding dan melangkahlah di antara cahaya dan dinding dan gunakan tangan, kaki, dan lain-lain untuk membuat berbagai bentuk.

Kita dapat membuat kenangan yang menyenangkan dengan makhluk-makhluk negeri bayangan. Itulah kekuatan super negeri bayangan dan orang-orangnya. 

Bayangan dapat menjadi sahabat kita kalau kita berteman dengan mereka. Dan mereka akan selalu keluar untuk bermain saat kita menginginkannya. Dan kamu dapat menjadi manusia super kalau kamu berbicara bahasa bayangan seperti yang aku lakukan dengan ayah dan bundaku setiap malam ketika mereka di rumah dan ingin menghabiskan waktu bersamaku. 

Hari ini, aku dan saudara-saudara sepupuku bermain dengan bayangan. Aku menunjukkan kepada mereka betapa hebat dan menyenangkan melakukan itu. 

Apakah kamu ingin bermain dengan makhluk bayangan dan masuk dan keluar Negeri Bayangan? 

Semua terserah kamu. Jadilah kreatif dan kamu akan menjadi sehebat atau bahkan lebih hebat dariku.

Cikarang, 27 April 2025

Penulis

  • Resi Bujangga

    Resi Bujangga, seorang penulis cerita anak yang suka menyadur karya-karya klasik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

Kategori

Antologi KompaK’O

Random image