Cinta Kedua & Terakhir: Bab 19
Post Views: 37 Setelah Efendi Kusuma pulang, Hermansyah juga mengajak keluarganya untuk pulang. “Ayo kita juga pulang,” ajak Herman kepada istri dan anak-anaknya.... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 18
Post Views: 47 Di antara mereka yang ditolak untuk masuk, ada tiga orang yang memaksa ingin masuk. Pazel, ibunya, dan selingkuhannya, Rima. “Kenapa kami dilarang... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 17
2 Post Views: 45 Sekitar jam tujuh malam, Bu Iyes, Silvia dan Tiara sudah bersiap-siap untuk pergi menemui orang yang telah menjadi penyelamat kepala keluarga mereka... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 16
2 Post Views: 43 Di depan pintu berdiri seorang pria yang terlihat masih segar meski sudah berumur sekitar kurang lebih lima puluh tahun, dengan didampingi dua orang... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 15
2 Post Views: 35 Semenjak setahun belakangan, Pazel sering mengabaikan istrinya. Dia lebih sering menghabiskan waktu bersama Rima. Badannya yang semakin kurus menambah... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 14
Post Views: 36 Dokter Dana melihat Silvia yang bengong, segera menghampirinya. Dokter bertanya, “Ada apa, Silvia? Kenapa bengong lagi? Ayamku tadi pagi mati gara-gara... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 13
Post Views: 43 Ternyata dokter Dana sudah ada di sampingnya. Dia sungguh tidak menyangka akan bertemu dengan dokter Dana di ruang pendaftaran. “Dokter? Dokter... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 12
1 Post Views: 37 Pazel benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan wanita yang sudah menemaninya selama dua tahun belakangan. Dan kenapa juga dia bisa lupa kalau... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 11
1 Post Views: 44 “Beby!” teriak Silvia dengan sangat girang. Seorang laki-laki bertubuh tegap, kulit putih, rambut diikat dengan rapi dengan pakaian yang rapi... Baca lebih lanjut.
Cinta Kedua & Terakhir: Bab 10
Post Views: 35 Begitu sampai di rumah ibu tirinya dia disambut dengan suka cita. “Mari masuk, Nak.” Wanita itu mengajak Silvia duduk di ruang tengah. Tidak lupa... Baca lebih lanjut.
