6. Hujan Melahirkan Puisi atau Ia Terlahir dari Kebersamaan Kita?
1 Hujan menjelma jarum-jarum lembut ketika kami akhirnya meninggalkan warung. Namun payung renta yang kupinjam dari bapak tua penjaga warung agaknya terlalu kecil... Baca lebih lanjut.
5. Cerita yang Lahir dari Pahitnya Kopi dan Derasnya Hujan
2 Waktu berjalan diam-diam. Kopi telah lama kehilangan uapnya, tinggal cairan hitam dingin yang seolah merupakan kubangan kecil dari malam itu sendiri. Rin masih... Baca lebih lanjut.
4. Kau Tahu Apa yang Paling Menyakitkan dari Hujan?
1 Rin menggenggam cangkir kopinya yang mulai dingin. Tangannya bergetar halus, entah karena cuaca dingin atau karena sesuatu yang tak terucap. Aku menunggu kata-kata... Baca lebih lanjut.
3. Malam Menjelma Secangkir Kopi yang Mendingin Perlahan
1 Hujan masih deras ketika kutemani Rin menyusuri gang kecil dekat rumah menjelang senja. Jalanan licin, genangan memantulkan lampu jalan yang temaram. Udara menusuk... Baca lebih lanjut.
2. Malam Ini Aku Kembali Menghitung Kenangan
1 Semenjak pertemuan terakhir dengan Bay malam itu, mengapa aku merasa ada yang berbeda dengan hatiku? Ada apa antara aku dengan Bay sesungguhnya? *** Malam ini... Baca lebih lanjut.
1. Cinta dalam Secangkir Hujan
1 Disclaimer: Novel/Novella Cinta dalam Secangkir Hujan pertama kali muncul pada 15 Mei 2015 dalam bentuk embrio puisi singkat “Apa yang Lebih Kuyup dari Hujan?”... Baca lebih lanjut.
Cinta dalam Secangkir Hujan
1 Hujan selalu datang bersama cerita. Bagi Bay dan Rin, hujan adalah bahasa rahasia yang sejak remaja menyatukan sekaligus memisahkan mereka. Bay, lelaki pendiam... Baca lebih lanjut.
Cinta Menari di Gerimis Pedang (Part 2)
Creng! Creng! Creng! Cring-cring. Demi menghormati nona penolongnya, Bay mencoba berkonsentrasi untuk mengetahui lagu yang di bawakan si nona. Rupanya refrain ‘Susis-... Baca lebih lanjut.
Biar Aku Melawan Mati dengan Terus Menyebut Nama Kau
2 Malam adalah lembar kosong.Aku menuliskan sesuatu di sana dengan tinta yang bukan dari pena, melainkan dari dadaku sendiri. Kata pertama jatuh seperti embun: “kau... Baca lebih lanjut.
Cinta Menari di Gerimis Pedang (Part 1)
“Bahkan jika kau benar-benar penjahat kejam yang akan membunuhku usai menolongmu, aku akan tetap menolongmu dan siap untuk bertaruh nyawa. Tapi jangan harap aku... Baca lebih lanjut.
