26. Nyaris
1 Tangan Adam terulur dan menyentuh lengan Cinta. “Apakah itu kesalahan?” Ya. Cinta menegakkan kepala. “Tidak.” “Apakah kita… mau…?”... Baca lebih lanjut.
25. Ciuman Pertama
Adam ingat saat ketikaumurnya sekitar lima tahun dan dia tidak sengaja mendengar Noni bercerita pada mamanya tentang bagaimana dia mengenakan bikini krim kocok untuk... Baca lebih lanjut.
24. Proklamasi Cinta
“Terima kasih sudah bersedia menemaniku,” kata Adam tak lama setelah makanan mereka tiba. “Kamu sudah mengucapkan terima kasih padaku tiga kali,”... Baca lebih lanjut.
23. Belimbing Café
Tertawa itu menyenangkan, meskipun canggung sekali. Berada di dekat Adam menyenangkan dan Cinta membenci dirinya sendiri karena berpikir seperti itu. Aku seharusnya... Baca lebih lanjut.
22. Kembali ke Lintasan
Adam tidak masuk kerja pada Sabtu pagi. Satria dan Bakri juga mengambil cuti. Ini semacam keajaiban musim liburan karena sekarang dia bisa menguasai lintasan sendirian.... Baca lebih lanjut.
21. Tawaran Kerja di Lintasan
“Aku selalu membayangkan malam membuat cupcake jika aku punya anak perempuan,” kata Noni. Matanya menerawang jauh, melamun tentang apa yang belum terjadi.... Baca lebih lanjut.
20. Cokelat Tabur
1 “Jadi, tentang cowok itu,” ucap Adam, mendesak untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. “Untuk apa kau membutuhkan saranku?” “Oke, jangan tawa. Karena... Baca lebih lanjut.
19. Irfani Putri
1 Adam merasa perutnya mulas. Dia berbalik dan berjalan pelan kembali ke kantor depan. Dia tidak ingin mendengar apa pun lagi. Sudah cukup buruk bahwa dia sudah... Baca lebih lanjut.
18. Gaji Pertama Adam
Adam tidak menyukai musim liburan ini, yang sebenarnya agak menyebalkan. Dia menghabiskan seluruh hidupnya di lintasan balap, sepanjang hari setiap hari, sepulang... Baca lebih lanjut.
17. Kembali ke Rumah Bakri
“Kamu bilang kamu baru saja membawanya nginap di kamarmu?” tanya Kinan, mama Adam, kepada putranya. Adam mendesah. “Untuk kesekian kalinya, ya.... Baca lebih lanjut.
