Langit pagi berwarna pucat ketika mobil melaju meninggalkan Magelang menuju Yogyakarta. Jalanan masih basah oleh sisa hujan malam, dan embun menggantung di pucuk-pucuk pohon seperti kenangan yang engg...
Udara sejuk Lereng Sindoro mendadak terasa lebih berat, lebih sunyi, dan canggung setelah Ayesha menerima panggilan telepon. Gadis itu mendadak muram, sesekali aku melihat kaca-kaca bening di palung m...
Ayesha mengelus perutnya sambil menepuk pundakku. Astaga kenapa aku melupakan urusan perut. Bukankah tadi pagi kami belum sarapan? Saking asiknya sampai lupa dengan perut yang mulai menuntut perhatian...
Saat mobil mulai bergerak meninggalkan Dusun Liyangan, masih terngiang kata-kata dari petugas yang jaga di sana, bahwa bagian yang lebih besar masih terpendam dan belum diekskavasi. Menurut petu...
Kami meninggalkan Candi Pringapus, langkah terasa lebih pelan, seolah tak ingin buru-buru melepaskan jejak sunyi yang masih melekat di antara batu-batu tua itu. Bhaskoro berjalan paling depan, sesekal...
Setelah menjelajah situs-situs kecil yang banyak berserakan di Bandongan, hari itu Ayesha mengeluh lelah. Aku mengajaknya pulang lebih cepat, tapi ia menolak ke penginapan karena menurutnya akan membu...
Pagi itu Magelang diselimuti kabut tipis yang menggantung rendah di antara hamparan sawah yang sebagian besar ditanami padi dan sayuran. Jalanan desa yang kami lalui tak terlalu lebar, bahkan di beber...
Penginapan di Desa Wanurejo Borobudur pagi ini terasa lebih sunyi dari biasanya. Ayesha tak menyadari kehadiranku, ia duduk di beranda, secangkir kopi di tangannya telah lama dingin, sementara pandang...
Aku tiba di penginapan sebelum matahari benar-benar menggeliat. Kabut tipis menggantung di bukit Manore. Pagi yang terasa berbeda bagi Ayesha. Udara masih sejuk, tapi aku melihat seperti ada beban tak...
“Candimulyo terkenal sebagai sentra durian terbesar di Magelang.” Aku menjelaskan mengapa ada monumen durian di gapura Dusun Suran. “Echt? Ik hou van durian.” Zack berseru hebo...






